Pagelaran Macapat di Kota Jogja Rangkul Kalangan Milenial

Ilustrasi macapat. - Harian Jogja/Desi Suryanto
10 November 2020 10:57 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Pemerintah Kota Jogja berupaya melestarikan macapat melalui Dinas Kebudayaan dengan sebuah kegiatan Gelar Macapat untuk Milenial. Kegiatan ini diikuti oleh anak-anak remaja rentang usia SMP dan SMA dari berbagai wilayah di Kota Jogja dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Kepala Bidang Sejarah dan Bahasa Dinas Kebudayaan Kota Jogja, Dwi Hana Cahya Sumpena menjelaskan jika Gelar Macapat tahun ini mengusung tema "Menumbuhkan Kecintaan Seni Macapat Bagi Generasi Milenial" yang akan digelar selama tiga hari dari 9-11 November 2020 di Ndalem Ngabean Jl. Ngadisuryan No.6, Kraton.

Baca juga: Mengembangkan Desa Preneur Lewat Konsep G2R Tetrapreneur

"Gelar macapat kali ini, pelaksanaannya akan dibawakan lebih ringan dan cair tanpa meninggalkan pakem yang berlaku," tutur Dwi pada Senin (9/11/2020). 

Diterangkan Dwi, Gelar Macapat turut menghadirkan sejumlah narasumber seprovinsi Paksi Raras Alit yang dikenal berhasil meramu dan menyajikan sastra macapat dalam kemasan musik kekinian. "Selain Paksi dihadirkan pula praktisi macapat Slamet Nugroho dan Maryono, serta kelompok Pagu Sekar sebagai seniman pengiring dari tembang-tembang macapat yang akan dibawakan," tambahnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan Kota Jogja, Yetti Martanti menuturkan bahwa seni sastra tembang menggambarkan perjalanan hidup manusia sejak di alam ruh, fase dilahirkan, tumbuh hingga meninggal dunia dan kembali ke alam ruh. "Melalui syair dalam tembang, nilai-nilai luhur dan pitutur bijak disampaikan penuh makna," ungkapnya.

Baca juga: KPU Kota Jogja Jadi Pilot Project Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan

Tidak hanya itu, Yetti mengatakan jika bait-bait dalam tembang macapat memiliki nilai religius tinggi yang telah digunakan sebagai media penebar kebaikan oleh orang-orang bijak di masa silam. Dia menambahkan jika rembang macapat juga menjadi senandung cinta orangtua kepada anak-anak mereka agar mengerti akan arti kehidupan.

"Kami mengapresiasi kegiatan gelar macapat yang menyasar bagi generasi milenial. Harapannya kegiatan gelar macapat ini mampu memberikan pembelajaran untuk menghargai, menumbuhkan rasa peka dan rasa cinta terhadap karya sastra tradisional," tandasnya.