MERAPI SIAGA: Sultan HB X Sebut Tenggara & Barat Perlu Diantisipasi

Penampakan Gunung Merapi dari Kali Gendol Argomulyo, Cangkringan, Sleman, Jumat (6/11/2020). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
11 November 2020 21:27 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X mengatakan selain arah tenggara dari puncak Merapi, sisi barat juga perlu diantisipasi terkait ancaman erupsi Merapi.

Gubernur DIY Sri Sultan HB X, menuturkan saat ini masyarakat di sekitar Gunung Merapi tinggal minimal 8 km dari puncak, dengan rumah baru yang dibangun pasca erupsi 2010, sehingga lebih aman. Adapun kawasan rawan bencana (KRB) yang ditetapkan yakni 5 Km dari puncak.

BACA JUGA : BPPTKG Pastikan Belum Ada Muntahan Lava di Merapi 

“Kami bangunkan rumah yang hancur dulu [akibat erupsi 2010] 8 km, tidak mengungsi juga enggak papa, tapi kan belum tahu, apa meletus lavanya hanya 5 km, tergantung perkembangan setiap harinya. Kalau sudah siaga begini kan biasannya terus cepat [erupsi],” ungkapnya Rabu (11/11/2020).

Ia juga berpesan agar antisipasi tidak hanya dilakukan di arah tenggara seperti perkiraan, sebab jika ternyata meletusnya Merapi ke atas, arah barat pun bisa terkena.

BACA JUGA : Merapi Siaga, Polisi Kerahkan 3.500 Personel untuk Evakuasi

“Tidak hanya ke tenggara karena meletusnya ke atas, berarti ke barat pun harus disiapkan. Kalau kejatuhan bahayanya, tenda-tenda tukang masak berlubang semua,” katanya.