UMKM DIY Didorong Hasilkan Produk Sesuai SNI

Pameran Indonesia Quality Expo (IQE) ke-8 Tahun 2020. - Antara.
13 November 2020 20:27 WIB Newswire Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Badan Standardisasi Nasional (BSN) bersama Pemda DIY mempromosikan produk dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) melalui pameran Indonesia Quality Expo (IQE) ke-8 Tahun 2020 di Jogja City Mall yang digelar 12 hingga 15 November 2020. BSN mendorong agar UMKM yang telah memiliki produk bisa mendapatkan sertifikat SNI.

"Tujuan dari pelaksanaan kegiatan IQE untuk memberikan sarana bagi para industri, terutama produk UMKM yang sudah memenuhi SNI, kami mendorong juga agar UMKM ini bisa mendapatkan SNI, caranya mudah dan gratis," kata Kepala BSN Kukuh S. Achmad di sela-sela pembukaan IQE 2020.

BACA JUGA : SNI : Disperindag-UKM DIY Siap Tindak Produk Tak Ber-SNI

IQE tahun ini diikuti oleh 12 instansi baik dari pemerintah maupun swasta yang mengisi 30 unit. IQE disinergikan dengan pameran Terpadu FERACO yang merupakan gabungan dari Pesona Wisata Nusantara Expo 2020, Pameran Pangan Nusantara 2020, Gebyar UMKM, Koperasi dan PKBL Expo 2020, serta Invesda Forum & Expo 2020.

Ia mengatakan tuntutan perlindungan bagi konsumen semakin menguat, apalagi konsumen butuh jaminan keamanan, keselamatan, kesehatan dan tentunya kualitas. Oleh karena itu, kata dia, diperlukan dorongan untuk menggerakkan hilirisasi atau komersialisasi hasil inovasi, sehingga produk Indonesia memiliki nilai dan keunggulan kompetitif.

"Melalui inovasi, banyak produk unggulan yang dihasilkan. Dan pameran ini merupakan suatu cara untuk mempromosikan produk yang tentunya berstandar," ujarnya.

Ia mengatakan Jogjadipilih menjadi tuan rumah karena komitmen Pemda DIY terhadap penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI). Hal ini ditandai dengan diterimanya penghargaan Tokoh Standardisasi 2019 Kategori Kepala Daerah kepada Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X.

BACA JUGA : UMKM Akan Diupayakan Mendapatkan SNI Gratis

Kukuh menegaskan di DIY sudah banyak produk unggulan yang tercatat telah memiliki sertifikasi SNI. Antara lain kerajinan kayu, perak, dan tekstil. Salah satu produk unggulan yang berasal dari produk inovasi, yaitu produk KANABA yang merupakan mesin cuci kapasitas besar di Bantul.

Pihaknya yakin banyak produk inovasi yang ditemukan oleh lembaga riset, baik di pemerintah, swasta maupun dunia pendidikan yang berpotensi dihilirisasikan. “Sehingga perlu difasilitasi dengan standardisasi dan Penilaian Kesesuaian," katanya.

Ia menyebutkan hingga saat ini, BSN telah membina 811 UMKM. Dari jumlah tersebut, terdapat 35 UMKM binaan BSN berasal dari DIY. Pihaknya mendorong agar UMKM yang memiliki produk dan memiliki sertifikat SNI untuk menjaga kualitas.