Durasi Penutupan Malioboro Dipersingkat Jadi 3 Jam

Sejumlah pengunjung berjalan di kawasan Malioboro pada saat uji coba Malioboro bebas kendaraan bermotor, Rabu (11/11/2020). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
13 November 2020 21:27 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji menerangkan jika mulai Jumat (13/11) kawasan Malioboro hanya akan ditutup selama tiga jam. Penutupan akan hanya akan dilakukan mulai pukul 18.00 WIB sampai 21.00 WIB.

"Jadi sementara ini nanti Malioboro itu uji coba berikutnya sampai tanggal 15 kita evaluasi lagi itu ditutup Malioboro itu mulai dari jam 18.00 sampai jam 21.00 WIB," jelasnya pada Jumat (13/11/2020).

Pihaknya akan melihat bagaimana perbedaan pengurangan durasi penutupan Malioboro dibandingkan dengan sebelumnya. "Jadi nanti kami lihat, waktunya cuma tiga jam itu seperti apa," ujarnya.

BACA JUGA : Uji Coba Malioboro Dikeluhkan Pedagang

Bukan tidak mungkin  kondisi jalur pedestrian yang nyaman justru membuat banyak pembeli ketimbang saat durasinya dikurangi. Perbandingan tersebut yang ingin dilihat antara durasi penutupan yang lebih pendek apakah ada perbedaannya dengan durasi yang lebih lama.

"Ternyata kemarin waktu ditutup itu malah pejalan kakinya nyaman orang belanja, bisa jadi kan begitu. Besok kita coba lagi misal pagi iya siang enggak," terangnya.

Adapun keluhan yang banyak didengar Baskara yakni menyangkut bongkar muat batang. Selain itu masukan dari warga yang tinggal di toko juga jadi pertimbangan.

"Jadi keluhan utamanya kemarin kan loading barang sama orang yang tinggal di toko. Lalu kalau total kita tutup sepanjang hari tersisa itu juga petugas-petugas toko itu tidak ada tempat parkir. Kan berarti enggak bisa masuk petugasnya, karyawan toko itu jan enggak bisa masuk itu kan kendala," ujarnya.

BACA JUGA : Malioboro Akan Bebas Kendaraan: Rekayasa Lalu Lintas

"Kami lihat perkembangannya sampai 15 November tadi yang jelas giratorinya sudah tetap itu. Jadi giratori setelah 15 November tetap dan setelah 15 November itu Malioboro tidak bebas sepanjang hari. Cuma nanti waktunya saja yang kita tentukan, kira-kira jam berapa sampai jam berapa yang paling pas," katanya.

Sebelumnya Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti yang menghadiri rapat di PemdaDIY terkait evaluasi uji coba rekayasa manajemen lalu lintas pendukung pedestrianisasi Malioboro. "Karena dampak dari penerapan dari uji coba ini sebagaimana yang kita ketahui bersama ada beberapa masukan. Masukan dari berbagai aktor di situ, aktor ekonomi, aktor transportasi, aktor wisata, budaya dan lain sebagainya," ucapnya.

Haryadi mempertimbangkan aktor-aktor yang tak ia sebutkan terkena dampak uji coba. Pihaknya pun segera melakukan evaluasi dan mendengar semua masukan yang menjadi bahan tolok ukur pertimbangan pada nanti saat diterapkan rekayasa lalu lintas.

BACA JUGA : Sultan Ingin Masyarakat Terbiasa Masuk Malioboro Jalan Kaki

"Setelah uji coba kan baru ada penerapan. Jadi nanti penerapan tahap satu juga kita evaluasi, penerapan tahap dua juga, tapi sudah bukan uji coba. Seperti halnya sekarang ini misalnya, jadi penerapan kaitannya dengan pemberlakuan lalu lintas di Malioboro," jelasnya.

"Bocorannya, untuk rekayasa lalu lintas giratori akan tetap berlaku dengan penerapan rambu - rambu. Sehingga ada kejelasan. Kemudian di Malioboro ini juga demikian, apakah pembatasan atau pelarangan kami lebih menyebut ini pelarangan. Ya nanti komprominya dari sisi waktu. Ini yang lagi kita matangkan. Waktu bagi akses keluar masuk Malioboro," tambahnya.