Proyek Tugu Jogja Bergeser ke Utara, Rekayasa Lalin Diubah

Proyek pengerjaan penataan kawasan simpang Tugu dan penataan kawasan pedestrian Jalan Jenderal Sudirman mulai dikerjakan-Harian Jogja - Catur Dwi Janati
16 November 2020 09:17 WIB Hery Setiawan (ST18) Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA — Proyek pembenahan Tugu Pal Putih sudah mencapai 60%. Mulai Senin (16/11/2020), proses pengerjaan sudah berpindah ke sisi utara. Lalu lintas dari arah utara pun ditutup.

Kepala Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Pemukiman [DPUPKP] Kota Yogyakarta, Umi Akhsanti mengatakan, rencananya mulai Senin malam, (16/11) mendatang jalur dari arah barat sudah dibuka. Selanjutnya, proyek pembenahan bergeser ke sisi utara.

BACA JUGA : Ada Proyek, Akses Lalu Lintas ke Tugu Jogja Tidak Akan

“Kita mengerjakan pemasangan batu di sisi utara. Saat ini dibalik. Kalau kemarin sisi selatan dikerjakan, sisi utara dibuka. Sekarang sisi utara dikerjakan, sisi selatan dibuka,” katanya kepada Harian Jogja melalui sambungan telepon, Minggu, (15/11/2020).

Perempuan yang akrab disapa Umi itu melanjutkan, pengerjaan sisi utara Tugu Pal Putih secara bersamaan juga menerapkan rekayasa lalu lintas. Arus kendaraan dari arah utara ke selatan, katanya untuk sementara ditutup. Namun, pengendara masih bisa memanfaatkan ruas jalan Pasar Kranggan atau Jalan Poncowinatan.

Umi melanjutkan, saat ini proyek tinggal menyisakan pemasangan batu saja. Batu yang dipakai merupakan batu andesit setebal 10 cm. Kata Umi, jenis batu tersebut sama seperti yang dipasang di kawasan Nol Kilometer.

BACA JUGA : Mantap! Kabel Listrik Berseliweran di Sekitar Tugu Jogja Akan

“Kira-kira sepotong batu beratnya 7 sampai 10 kilogram. Karena kawasan itu sering dilintasi kendaraan dan dipakai untuk even, pemasangan batu yang tebal tujuannya agar tidak mudah goyang dan lepas,” ujarnya.

Sementara itu, untuk pengerjaan ducting kabel serat optik dan listrik sudah selesai. Hasilnya, di kawasan Tugu Pal Putih akan steril dari kabel-kabel yang melintang di udara.

Ia menargetkan proyek tersebut rampung pada 20 Desember 2020 mendatang. Saat ditanya soal tujuan atau inti dari proyek tersebut, Umi menerangkan, ada keterkaitan dengan rencana pengusulan kawasan sumbu filosofis sebagai warisan budaya Unesco. “Proyek ini programnya Provinsi DIY yang pakai anggaran Dana Keistimewaan. Kita pemerintah kota hanya melaksanakan,” ucapnya.

BACA JUGA : Proyek Pedestrian Jalan Jenderal Sudirman Jogja Dikebut

Proyek pembenahan kawasan Tugu Pal Putih, tambahnya bukan hanya pemasangan batu andesit saja. Infrastruktur seperti pipa saluran air limbah dan drainase juga turut diperbaiki. “Harapannya kalau sudah bagus besok tidak ada lagi penggalian di kawasan itu,” tandasnya.