Pemuda Desa Muntuk Serukan Tolak Politik Uang di Pilkada & Pilkades

Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Pemudi Anti Money Politik (API AMALIK), Desa Muntuk, Dlingo, Bantul menggelar aksi menolak aksi money politik pada Pilkada maupun Pilkades serentak. Mereka memasang spanduk anti politik uang di sejumlah titik di 11 dusun yang ada di wilayah tersebut, Minggu (15/11/2020). - Harian Jogja/Jumali.
16 November 2020 07:57 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Pemudi Anti Money Politik (API AMALIK), Desa Muntuk, Dlingo, Bantul menggelar aksi menolak aksi money politik atau politik uang pada Pilkada maupun Pilkades serentak. Mereka memasang spanduk anti politik uang di sejumlah titik di 11 dusun yang ada di wilayah tersebut, Minggu (15/11/2020).

Ketua API AMALIK Desa Muntuk, Didik mengatakan, aksi pemasangan spanduk ini sebagai upaya mengajak kepada masyarakat untuk sadar jika tindakan money politik adalah perbuatan yang mencederai demokrasi dan mencoreng pelaksanaan Pilkada maupun Pilkades. Sebab, praktik money politik adalah bentuk penggadaian hak warga dan cenderung menciptakan pemimpin yang korup.

BACA JUGA : Diduga Tidak Netral di Pilkada, Guru di Bantul Dilaporkan

“Untuk itu kami tidak ingin pesta demokrasi ini dicederai dengan adanya money politik,” katanya.

Selain memasang spanduk, Didik mengungkapkan, pihaknya akan menggelar acara sosialisasi anti money politik dalam beberapa hari ke depan. Tujuannya, agar warga sekitar paham jika tindakan menerima uang, sama saja dengan menggadaikan masa depan Bantul.

“Jangan sampai hak-hak mereka digadaikan,” terangnya.

Koordinator Forum Pemantau Pilkada Bantul Bebas Politik Uang Bantul, Zahrowi mendukung langkah dari API MALIK Desa Muntuk. Ia berharap kegiatan yang dilakukan oleh pemuda di Muntuk ini menjadi virus dan mendorong warga menolak praktik money politik di Pilkada dan Pilkades mendatang.

BACA JUGA : Pilkada di Tengah Pandemi, KPU Bantul Pasang Target

“Kami berharap lewat gerakan ini, timbul kesadaran warga terkait dengan penolakan praktik money politik,” ucap Zahrowi.