Lansia di Pengungsian Keluhkan Pusing, Gatal hingga Sakit Lambung

Sejumlah lansia dari lereng Merapi duduk-duduk di lokasi pengungsian Balai Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman pada hari Senin (9/11/2020). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
16 November 2020 08:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Sejumlah pengungsi kelompok rentan di barak pengungsian Glagaharjo, Cangkringan, Sleman dilaporkan mulai mengalami gejala sakit ringan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman terus memantau kondisi kesehatan pengungsi.

Kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo mengatakan sakit yang didera sejumlah pengungsi hanya mengalami keluhan ringan atau masalah gangguan kesehatan biasa. Kebanyakan pengungsi lansia, katanya, mengeluh pegel linu, pusing, gatal dan keluhan lambung.

"Itu keluhan yang banyak disampaikan. Rata-rata lansia. Sampai saat ini masih dapat ditangani dengan baik oleh petugas pos kesehatan," kata Joko kepada Harianjogja.com, Minggu (15/11/2020).

BACA JUGA : Jumlah Pengungsi Merapi Naik, Pagi Pulang & Sore Balik

Untuk memastikan kondisi kesehatan para pengungsi, Dinkes sudah mendirikan Pos Kesehatan Darurat di barak pengungsian. Dalam 24 jam, pos kesehatan darurat tersebut dijaga oleh petugas paramedis. Berdasarkan data di Pos Kesehatan Darurat di Barak Pengungsian Glagaharjo  lanjut Joko, tercatat sekitar 90an warga pengungsi yang memeriksakan kondisi kesehatannya. Petugas juga melakukan pengecekan kesehatan secara rutin dengan mengunjungi masing-masing barak.

"Mereka [petugas Kesehatan] berjaga tiga shift dan tiap shift membuat laporan pemantauan kesehatan pengungsi. Sejauh ini tidak ada pengungsi yang sampai harus dirujuk ke Puskesmas maupun Rumah Sakit," katanya.

BACA JUGA : Pengungsi Merapi di Cangkringan 185 Orang, Banyak