Banyak Santri di Bantul Positif Corona, 34 Ponpes Bakal Di-screening

Ilustrasi. - Freepik
18 November 2020 17:37 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bantul menyatakan sejauh ini baru tiga pesantren yang santrinya terpapar Coronavirus Disease atau Covid-19. Ketiga pesantren tersebut adalah pesantren di Krapyak Sewon, Al-Imdad Pajangan dan Pandak, dan Pesantren Islamic Centre Bin Baz Piyungan.

“Sampai saat ini kami belum menerima laporan dari Dinas Kesehatan [Pesantren yang santrinya terkonfirmasi positif] selain dari tiga pondok pesantren tersebut.

Dalam waktu dekat Dinas Kesehatan akan melakukan screening di 34 pesantren yang ada di Bantul,” kata Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Kantor Kemenag Bantul, Ahmad Sidqi, saat dihubungi Rabu (18/11/2020).

Pria yang akrab disapa Gus Asid ini mengatakan terdapat 97 pesantren di Bantul yang tercatat di Kemenag Bantul. Namun yang terkonfirmasi santrinya positif Covid-19 sesuai laporan Dinas Kesehatan ada tiga pesantren. Pihaknya belum mengetahui pasti darimana penyebab santri terpapar Covid-19.

Padahal, kata Gus Asid hampir semua pesantren di Bantul sudah menjalani protokol kesehatan sesuai anjuran dari pemerintah dalam proses pembelajaran, mulai dari tahapan kedatangan santri di pesantren yang dilakukan berjenjang.

Proses pembelajaran juga dilakukan dengan protokol kesehatan ketat, dan pemriksaan kesehatan juga dilakukan oleh masing-masing pesantren melalui Gugus Tugas Penanganan Covid-19 yang ada di pesantren.

“Kemungkinan dari pihak luar yang berinteraksi dengan santri, ustadz, atau pengasuh. Karena sebelum santri kembali ke pesantren screening sudah sesuai dengan protokol kesehatan, dengan rapid, surat kesehatan dari puskesmas asal santri, dan lain-lain,” kata Gus Asid. Pihaknya menyambut baik adanya screening dan tracing yang dilakukan pesantren maupun Dinas Kesehatan karena sebagai bentuk tanggung jawab dari pesantren dalam pengasuhan anak didik agar bisa terdeteksi sejak dini dan perlu diantisipasi sedini mungkin agar tidak menyebar.

BACA JUGA: Muhammadiyah Berumur 108 Tahun, Begini Ucapan Terima Kasih Jokowi

Lebih lanjut Gus Asid mengatakan pesantren merupakan lembaga pendidikan yang unik dan mempunyai otoritas dalam penanganannya. Proses belaja mengajar juga sebagian masih tetap dilakukan karena masing-masing pesantren memiliki metode pembelajaran yang berbeda-beda tergantung jenis pendidikannya.

Dia hanya menekankan pesantren untuk tetap menjaga protokol kesehatan di lingkungan pesantren. “Menginstruksikan untuk lockdown pesantren khususnya ponpes yang sudah terkonfirmasi ada santri positif dan menghimbau untuk menunda mengembalikan santri ke pesantren bagi yang masih ada santri yang belum kembali ke pondok sampai kondisi dinyatakan normal oleh dinas terkait,” tandas Gus Asid, yang juga salah satu pengasuh pesantren Almunawwir, Krapyak, Bantul.