Selain Glagaharjo, Kalurahan Lain di Sekitar Merapi Ikut Siapkan Barak Pengungsian

Barak pengungsian di Wonokerto, Turi sudah disiapkan oleh Kalurahan Wonokerto, Turi, Sleman, Kamis (19/11/2020). - Harian Jogja/ Abdul Hamid Razak.
19 November 2020 15:57 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Sejumlah kalurahan di lereng Merapi Selamn sudah menyiapkan barak pengungsian. Jika perintah untuk mengungsi turun, barak yang disediakan pun sudah siap ditempati.

Penjabat Lurah Kepuharjo Cangkringan Sleman Agung Dwi Maryoto mengatakan sejak status Merapi naik level menjadi Siaga sampai saat ini belum ada warga khususnya dari kelompok rentan di Kepuharjo yang mengungsi. Khususnya dari Dusun Batur, Kopeng san Jambu. Meski pun begitu, pihak kalurahan bersama seluruh relawan kebencanaan sudah menyiapkan barak-barak pengungsian bagi warga, khususnya kelompok rentan.

BACA JUGA : Pengungsi Merapi Diminta Tak Jual Ternak

"Kami siapkan barak pengungsian di dekat balai kalurahan dan SMKN 1 Cangkringan. Ini untuk kelompok rentan yang jumlahnya tidak sampai 200 orang," katanya kepada Harianjogja.com, Kamis (19/11/2020).

Selain di barak pengungsian di dua lokasi tersebut, kalurahan juga berkoordinasi dengan sejumlah kalurahan dan instansi sekolah lainnya agar bersedia dijadikan lokasi pengungsian jika status Merapi kembali naik menjadi Awas. Beberapa barak yang disiapkan antara lain, Barak Pengungsian Bimomartani, Panti Sosial Bimomartani, Barak Randusari Argomulyo, Barak Kiyaran, Barak Kalurahan Wukirsari, dan sejumla sekolah di wilayah Bimomartani, Wukirsari dan Lapangan Banjarharjo, Cangkringan.

"Ini untuk mengantisipasi jika status Merapi naik lagi, kalau radius 10 km. Ada yang sudah menyatakan kesediaannya untuk dijadikan lokasi pengungsian," kata Agung.

Dijelaskan Agung, untuk pengkondisian bilik-bilik di dalam barak pengungsian pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas PUP-ESDM DIY. Kalurahan sampai saat ini masih menunggu perintah dari Pemkab Sleman kapan kelompok rentan di Kepuharjo akan diungsikan. Termasuk rencana evakuasi ternak milik warga. Untuk ternak warga, rencananya pihak kalurahan akan membangun kandang darurat di Pasae Kembang Dusun Salam, Wukirsari.

BACA JUGA : Ratusan Lansia di Pengungsian Merapi Mengeluh Sakit

"Jadi semua proses evakuasi kami siapkan. Alat transportasi di masing-masing padukuhan sudah kami siapkan. Tinggal menunggu informasi dari Pemkab Sleman karena sampai saat ini belum ada perintah untuk dilakukan evakuasi," ujarnya.

Tidak hanya di Kepuharjo, Kalurahan Wonokerto Kepanewon Turi juga sudah menyiapkan barak pengungsian bagi kelompok rentan. Barak yang disiapkan berada di sekitar balai kalurahan. Bahkan saat ini kondisi barak sudah disekat menjadi bilik-bilik kecil.

"Sejak status Merapi Siaga, kami sudah siapkan barak pengungsian bagi kelompok rentan. Tetapi sampai saat ini kami belum diperintahkan untuk mengevakuasi kelompok rentan ke barak pengungsian,"kata Lurah Wonokerto Tomon Haryo Wirosobo.

Dijelaskan Tomon, jumlah kelompok rentan di kalurahan ini hanya sekitar 70 orang. Sementara jumlah ternak warga cukup tinggi. Jumlah kambing milik warga, katanya, sekitar 300 ekor sementara lembu sekitar 150 ekor.

BACA JUGA : Pengungsi Merapi Harus Tetap Bersemangat

"Kami utamakan menyediakan pengungsian bagi kelompok rentan dulu. Untuk penyediaan kandang darurat nanti urusannya dengan Pemkab. Yang jelas, sampai saat ini aktivitas warga masih berjalan normal," ujarnya.

Dia berharap agar masyarakat di lereng Merapi tetap waspada dan tidak terpengaruh dengan informasi-informasi yang tidak jelas. "Masyarakat tetap harus tenang dan jangan termakan dengan informasi yang tidak resmi. Ikuti saja perintah dari pemerintah,"harap Tomon.