Kekeringan Gunungkidul Meluas, 16 Kapanewon Sudah Terima Air Bersih
Krisis air bersih di Gunungkidul meluas. BPBD mencatat 16 kapanewon terdampak dan lebih dari 700 tangki air telah disalurkan.
Ilustrasi. /Antarafoto
Harianjogja.com, WONOSARI – Pemkab Gunungkidul mengajukan tambahan pegawai baru ke Pemerintah Pusat sebanyak 600 formasi. Jumlah ini merupakan akumulasi untuk rekrutmen di 2020 dan 2021.
Pelaksana Tugas Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Gunungkidul, Anik Indarwati mengatakan, proses rekrutmen CPNS untuk 2019 masih berlangsung karena tahapan memasuki pemberkasan guna mendapatkan nomor induk kepegawaian. Meski demikian, pemkab sudah mempersiapkan untuk rekrutmen dua tahun sekaligus, yakni untuk kebutuhan tahun ini dan 2021.
BACA JUGA : Ini Jadwal dan Lokasi Tes CPNS untuk Seluruh Wilayah di DIY
Ia menjelaskan, persiapan tersebut dengan mengajukan formasi tambahan pegawai ke Pemerintah Pusat. Total ada 600 lowongan dan didominasi oleh tenaga pendidik dan petugas kesehatan. “Formasi untuk rekrutmen sudah kami ajukan dan tinggal menunggu keputusan apakah disetujui atau tidak,” kata Anik kepada wartawan, Jumat (20/11/2020).
Meski kekurangan banyak pegawai, ia tidak bisa mengajukan banyak formasi. Pasalnya, pengajuan harus melihat jumlah pegawai pensiun setiap tahunnya serta kemapuan keuangan daerah dalam menggaji para pegawai.
“Kami ajukan 600 formasi saja. Rinciannya 300 formasi untuk perekrutan 2020 dan sisanya 300 formasi untuk rekrutmen 2021,” ungkap Asisten III Sekretariat Daerah Gunungkidul ini.
BACA JUGA : Tiga Formasi CPNS 2019 di Kulonprogo Masih Kosong
Menurut dia, untuk rekrutmen sepenuhnya menjadi kewenagan pemerintah melalui Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Tim di daerah hanya sebatas membantu dalam pemberkasan karena tes dan pengumuman langsung dilakukan oleh Pemerintah Pusat. “Semua yang menentukan pusat,” kata Anik.
Kepala Bidang Pengembangan Formasi dan Data Pegawai, BKPP Gunungkidul, Reni Linawati mengatakan, berdasarkan hasil pengumuman CPNS 2019, ada 244 peserta yang dinyatakan diterima. Menurut dia, jumlah ini lebih sedikit dari kebutuhan formasi karena ada lowongan yang tidak terisi disebabkan tidak ada peminat pada saat pendaftaran.
“Harusnya ada 250 formasi yang diisi, tapi untuk tenaga medis ada yang tidak terisi,” katanya.
Dia menjelaskan, pada saat pengumuman hasil seleksi sempat ada sanggahan dari peserta yang dinyatakan tidak lolos. Meski demikian, protes tersebut ditolak karena tidak memiliki dasar yang kuat. “Jadi hasilnya seperti yang diumumkan di awal pengumuman,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Krisis air bersih di Gunungkidul meluas. BPBD mencatat 16 kapanewon terdampak dan lebih dari 700 tangki air telah disalurkan.
Xiaomi resmi meluncurkan HyperOS 4 di China. Sistem operasi terbaru ini membawa desain transparan ala kaca, AI Assistant 2.0, performa lebih cepat, dan fitur li
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY terus menggaungkan semangat literasi melalui bedah buku Homepower
Pendapatan transfer Kulonprogo turun Rp114,66 miliar pada APBD Perubahan 2026. DPRD meminta Pemkab mengubah strategi fiskal.
Sejumlah investor menggugat Selena Gomez terkait startup kesehatan mental Wondermind. Mereka menuding ada penyesatan informasi bisnis dan menuntut pengembalian
Penyalahgunaan narkoba tidak hanya berdampak pada orang yang mengonsumsinya, tetapi juga dapat menyeret keluarga hingga lingkungan sekitar.