Stok Hazmat PMI Kulonprogo Menipis, Jas Hujan Jadi Penggantinya

Salah satu petugas PMI Kulonprogo saat melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan Pemkab Kulonprogo dengan mengenakan jas hujan plastik, Minggu (22/11/2020) - ist/PMI Kulonprogo
22 November 2020 12:27 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO - Stok Alat Pelindung Diri (APD) berupa hazmat milik Palang Merah Indonesia (PMI) Kulonprogo kian menipis. Stok yang ada saat ini diperkirakan hanya mampu bertahan sampai satu bulan ke depan.

"Sekarang stok APD kami khususnya yang hazmat standar itu makin menipis, hanya tersisa 30 buah, yang diperkirakan akan habis dalam satu bulan ke depan," kata Humas PMI Kulonprogo, Wisnu Rangga, Minggu (22/11).

Hazmat dikenakan petugas PMI untuk kegiatan yang terkait dengan penanganan Covid-19 seperti evakuasi pasien terinfeksi virus dan penyemprotan disinfektan. APD ini diperlukan untuk menghindarkan petugas dari penularan virus ketika menjalankan tugasnya.

Baca juga: Beredar Pesan Berantai tentang Klaster Covid-19 di RSUP Dr Sardjito, Begini Tanggapan RS

Dikatakan Wisnu menipisnya stok hazmat ini tak lepas dari lonjakan kasus Covid-19 di Kulonprogo yang terjadi dalam sepekan terakhir. Kenaikan itu terlihat pada Minggu (15/11/2020), dengan adanya 4 kasus baru dan 1 kasus sembuh. Sehari kemudian atau Senin (16/11/2020), ada dua kasus baru dan tiga kasus sembuh. Kemudian secara berurutan pada Selasa (17/11/2020) ada penambahan 36 kasus baru; Rabu (18/11/2020) ada 10 kasus; Kamis (19/11/2020) 7 kasus; Jumat (20/11/2020) 16 kasus baru dan dua kasus sembuh; dan Sabtu (21/11/2020) sebanyak 27 kasus.

Semakin banyak kasus yang muncul, semakin banyak pula tugas yang diemban PMI. Untuk mengantisipasi habisnya hazmat dalam waktu dekat, PMI terpaksa mengganti APD itu dengan jas hujan. Hal itu mereka lakukan ketika melakukan penyemprotan disinfektan di kompleks Pemkab Kulonprogo, Minggu (22/11/2020) pagi.

"Iya kami pakai jas hujan plastik, biar stok hazmat yang ada tidak cepet habis," tutur Wisnu.