Jejak Tapak Macan Ditemukan Warga di Jalur Evakuasi Merapi, Begini Penjelasan BTNGM

Jejak tapak kaki satwa diduga macan tutul yang terlihat di jalur evakusi Gunung Merapi, Senin (23/11/2020). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
23 November 2020 17:57 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) angkat suara terkait dengan ditemukannya jejak satwa diduga macan tutul di jalur evakuasi Suruh-Singlar, Dusun Ngancar, Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, pada Jumat (20/11/2020) lalu.

Kepala Seksi (Kasi) Pengelolaan Taman Nasional Wilayah 1 BTNGM Wiryawan mengakui penemuan jejak satwa pada Jumat (20/11/2020) lalu tersebut.

BACA JUGA: Warga Balerante Dikagetkan Suara Gemuruh dari Puncak Gunung Merapi

"Iya betul, ada info terkait hal tersebut. Saat ini masih dalam kajian kami. Kalau ujung jejak ada bekas kuku, biasanya bukan macan," ujar Wiryawan saat dikonfirmasi pada Senin (23/11/2020).

Wiryawan belum bisa mengambil kesimpulan apakah jejak satwa itu merupakan tapak dari macan tutul atau bukan

"Tapi kami belum bisa ambil kesimpulan. Informasi di masyarakat memang ada yang bilang lihat macan. Tapi, karena belum ada dokumentasi jadi kami belum bisa memastikan," ucap dia.

BACA JUGA: Jejak Macan Tutul Terlihat, Apakah Ini Tanda Merapi Segera Erupsi?

BTNGM, menurut Wiryawan, sedang berusaha untuk memasang peralatan berupa camera trap di sejumlah titik lintasan satwa. Sampai saat ini sudah banyak satwa yang terdokumentasi. Namun, belum ada dokumentasi visual macan tutul.

"Kami saat ini sedang memasang peralatan camera trap di titik-titik lintasan satwa di dam kawasan TNGM. Ada banyak satwa yang terdokumentasi, tetapi belum terlihat ada macan. Kami pasang di daerah Dukun, Srumbung, Kaliurang, dan Cangkringan di seputaran Kali Kuning. Total ada 20 camera trap. Itu juga termasuk sebagian di wilayah Magelang, Jawa Tengah," terangnya.

BTNGM bakal mengumpulkan informasi dari warga untuk memastikan jejak tersebut.

BACA JUGA: KPK Usut Dugaan Korupsi Proyek Stadion Mandala Krida Jogja

"Kami deskripsikan sesuai ciri-ciri yang ada. Selain itu kami juga mengumpulkan informasi dari warga sekitar. Kami juga berkoordinasi dengan BKSDA DIY, karena jejak itu berada di luar kawasan. Kalau di dalam kawasan itu memang tugas kami, tapi kalau itu di luar kawasan kami juga berkoordinasi dengan BKSDA DIY," terang Wiryawan.

Wiryawan juga tak bisa memastikan apakah fenomena jejak satwa dtersebut ada sangkut pautnya dengan aktivitas Gunung Merapi.

"Kami belum bisa memastikan penyebabnya. Ada kalanya saat merapi tidak siaga seperti sekarang ini, satwa liar juga kadang turun gunung. Kami masih melakukan penelitian terkait dengan penemuan jejak satwa tersebut," kata Wiryawan.