DPRD Bantul Akan Perjuangkan Kemajuan Pariwisata

Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul, Saryanto. - Ist
24 November 2020 06:17 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul, Saryanto akan terus mengawal kemajuan dunia pariwisata di Bantul. Sebab pariwisata terbukti dapat memberdayakan masyarakat dan menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD) yang cukup tinggi.

“Bagi kami pariwisata harus diperjuangkan karena menjadi pemasok PAD tertinggi dalam APBD Bantul,” kata Saryanto, saat dihubungi Senin (23/11/2020). Perjuangan yang akan dilakukannya dengan mengawal anggaran untuk penunjang kemajuan pariwisata, misalanya dalam pengadaan sarana dan prasarana untuk kemajuan pariwisata.

Berdasarkan data Dinas Pariwisata Bantul pada Januari lalu, ada lebih dari lima juta wisatawan yang berkunjung ke sejumlah objek wisata di Bantul selama 2019. Jumlah wisatawan tersebut akumulasi dari objek wisata beretribusi yang dikelola Pemerintah Kabupaten Bantul dan objek wisata yang dikelola masyarakat seperti desa wisata.

Baca juga: Jelang Nataru, Harga Kebutuhan Pokok di Bantul Mulai Naik

Dari objek wisata beretribusi yang tercatat di Dinas Pariwisata Bantul sampai 31 Desember lalu sebanyak 3.380.335 orang dengan perolehan pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp31,7 miliar. Jumlah kunjungan wisatawan dan perolehan PAD tersebut melebihi target. Menurut Saryanto sangat banyak efek domino dari banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Bantul karena selain memperoleh PAD, dipastikan tiap wisatawan membelanjakan uangnya di Bantul sehingga masyarakat diuntungkan.

Saat ini politikus Gerindra ini menilai masih kurang sarana penunjang pariwisata maupun dukungan anggaran. “Sarana dan prasarana masih kurang banyak dan masih butuh anggaran banyak untuk menarik wisatawan baik wisatawan asing maupun lokal,” kata dia.

Selain itu dia juga meminta Dinas Pariwisata dan masyarakat untuk terus berinovasi dalam mengelola objek wisata. Tidak hanya menyediakan spot swafoto karena dengan mengandalkan spot swafoto wisatawan cepat bosan dan enggan untuk kembali lagi ke tempat tersebut. Pengelolaan wisata saat ini perlu dikalaborasikan dengan berbagai paket wisata dan bekerjasama dari objek wisata satu dengan objek wisata lainnya sehingga saling melengkapi, misalnya paket homestay, atraksi wisata, dan mengajak wisatawan untuk melihat langsung aktivitas warga di pedesaan.

Baca juga: Kegiatan Peribadatan Dibuka dengan Protokol Kesehatan Ketat

Selain wisata, infrastruktur pendukung di desa-desa juga masih perlu digenjot lagi seperti pembangunan jalan, corblok, dan jembatan lingkungan. Hal itu juga berdasarkan aspirasi dari masyarakat khususnya di daerah pemilihannya di Kecamatan Jetis, Bambanglipuro, Kretek, dan Pundong.

Saryanto merupakan anggota DPRD periode 2019-2024, namun kipranya dalam dunia politik sudah dia lakukan sejak 1995 silam. mantan kepala Dusun Blawong, Desa Trimulyo, Kecamatan Jetis ini sering membantu para caleg dan banyak calog maupun calon kepala desa yang dia bantu berhasil. Baik caleg nasional, provinsi, maupun kabupaten.

Modal relawan itulah ayah dari dua anak ini ikut mencalonkan diri pada 2019 lewat partai Gerindra dan terpilih. Pria kelahiran 15 Februari 1969 ini mencalonkan diri karena ingin memawal aspirasi masyarakat tentang pembangunan khususnya di daerah pemilihannya. “Saya ingin bermanfaat buat masyarakat,”