Honda Rem Mendadak Proyek EV, Kini Gaspol Mobil Hybrid
Honda mengurangi ambisi kendaraan listrik dan kini fokus besar pada mobil hybrid setelah mengalami kerugian Rp47 triliun akibat proyek EV.
Gumuk pasir di Pantai Parangtritis./IST-Humas Pemkab Bantul
Harianjogja.com, BANTUL - Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul memastikan mengajukan delapan titik sultan ground di wilayahnya untuk bisa dikelola dan dijadikan objek wisata.
Pengajuan telah dilakukan, namun sampai saat ini belum ada kejelasan kapan sultan ground tersebut resmi bisa dikelola oleh Pemkab Bantul.
“Ada delapan titik.Sudah kami ajukan. Titiknya mana saja, saya agak lupa. Tapi, yang jelas salah satunya adalah yang ada di bukit Mengger, Trimulyo, Jetis,” kata Kepala Dispar Bantul Kwintarto Heru Prabowo, Rabu (25/11/2020).
Baca juga: Gugus Tugas Covid-19 Kulonprogo Siap Tutup Objek Wisata yang Tak Patuh Prokes
Menurut Kwintarto saat ini koordinasi dengan pihak keraton Ngayogyakarta Hadiningrat terus dilakukan, agar delapan titik sultan ground itu segera bisa dikelola dan dijadikan objek wisata bagi Pemkab Bantul.
“Sebenarnya tinggal, penyamaan persepsi saja. Kami masih terus berkomunikasi, harapannya, bisa segera terealisasi,” lanjutnya.
Kwintarto menambahkan, keinginan untuk mengelola dan menjadikan delapan titik sultan ground untuk objek wisata sejatinya sudah lama ada. Hanya saja, semua membutuhkan proses. Agar, nantinya tidak timbul persoalan baru dalam hal pengelolaan.
“Seperti Bukit Mengger, kami ajukan sebagai salah satu solusi untuk menekan terjadinya penambangan di sana. Maka perlu adanya pengelolaan wisata yang bisa memberikan kontribusi kepada warga sekitar,” ungkap Kwintarto.
Lebih lanjut Kwintarto menyatakan, pada 2021, pihaknya belum akan membuka objek wisata baru di Bantul. Sebab, sejauh ini jumlah objek wisata di Bantul dinilainya masih mencukupi, yakni 235 objek wisata, yang dikelola oleh Dispar dan warga sekitar.
Baca juga: Antisipasi Kasus Covid-19 saat Libur Akhir Tahun, Sleman akan Perketat Prokes
Selain itu, Dispar masih dihadapkan dengan adanya ketidakjelasan kapan pandemi Covid-19 selesai.
“Kami juga dihadapkan kepada keterbatasan anggaran. Pada 2021, anggaran belanja kami Rp13,5 miliar. Dari besaran tersebut, Rp6,5 miliar di antaranya untuk belanja pegawai. Padahal, target pendapatan kami Rp24 miliar,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Honda mengurangi ambisi kendaraan listrik dan kini fokus besar pada mobil hybrid setelah mengalami kerugian Rp47 triliun akibat proyek EV.
BRIN kembangkan pelat karet RCP untuk perlintasan KA, inovasi baru tingkatkan keselamatan dan kurangi risiko kecelakaan.
Prediksi Malut United vs Persita di Super League 2026, tuan rumah diunggulkan menang berkat lini depan tajam.
Budi Waljiman menyerahkan bantuan gamelan Suara Madhura untuk SMA Bosa Jogja guna memperkuat pelestarian budaya Jawa di sekolah.
Prabowo tegas minta BPKP tetap periksa pejabat yang diduga menyimpang tanpa melihat kedekatan dengan dirinya.
Polisi selidiki keributan di Tegalrejo Jogja yang viral di media sosial. Diduga terjadi penganiayaan usai cekcok di jalan.