Dosen Teknik Elektro UMY Bantu Industri Batik Kayu Krebet

Tim dosen Program Studi Teknik Elektro UMY menyerahkan bantuan kompor batik listrik untuk UKM Batik Kayu Sanggar Punokawan, Desa Krebet, Kecamatan Pajangan, Bantul. - Istimewa/Dokumen Tim Pengabdian Masyarakat UMY
25 November 2020 21:12 WIB Yudhi Kusdiyanto Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Sebagai provinsi yang dikaruniai keindahan alam, keragaman budaya serta seni dan sejarah, DIY memiliki banyak destinasi wisata dengan berbagai ciri khasnya. Salah satu destinasi yang banyak menarik perhatian yakni desa wisata, salah satunya Desa Wisata Krebet, di Dusun Krebet, Desa Sendangsari, Kecamatan Pajangan, yang terkenal dengan kerajinan batik kayu.

Dengan predikat sebagai sentra kerajinan batik kayu, Desa Wisata Krebet memberikan lapangan pekerjaan bagi warga sekitar dan lambat laun mampu mengubah ekonomi masyarakat. Jika dibandingkan dengan desa lain, Dusun Krebet memiliki perubahan yang cukup cepat.

Kondisi ini menginspirasi tim dosen Program Studi Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, masing-masing Ramadoni Syahputra, Kunnu Purwanto, dan Ahdi Kurniawan, untuk melaksanakan program pengabdian masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan ditujukan kepada UKM Batik Kayu Sanggar Punokawan berupa pemberian kompor batik listrik.

"Dengan menggunakan kompor batik listrik, produksi batik secara signifikan meningkat dengan biaya yang dapat ditekan. Keuntungan lainnya, lingkungan tempat produksi batik menjadi relatif lebih bersih," ujar Ketua Tim Dosen, Ramadoni, seperti dalam rilis yang diterima Harian Jogja, Rabu (25/11/2020).

Kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat berkontribusi secara konsisten untuk memperkuat industri lokal berbasis warisan budaya untuk dapat bersaing dalam pasar nasional bahkan internasional.