DIY Dapat 10 Tenda Covid-19 untuk Pengungsi Merapi

Puluhan balita berada dibarak pengungsian Kalurahan Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan, Sleman, Sabtu (7/11/2020). - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
25 November 2020 23:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :


Harianjogja.com, SLEMAN-- Bantuan senilai Rp500 juta diserahkan melalui Dinas Sosial DIY dan Dinas Sosial Kabupaten Boyolali berupa tenda Covid-19 serta bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan dasar bagi pengungsi rentan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) pada Rabu (25/11/2020).

Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kemensos RI, Saffi Nasution mengatakan untuk sementara pihaknya memberikan bantuan senilai Rp500 juta untuk pengungsi di Merapi.

Baca juga: Simak Perbedaan Vaksin Covid-19 Buatan Oxford, Pfizer dan Moderna

Namun demikian, menurut Saffi, pihak Kemensos ingin terlebih dahulu menjalin komunikasi di bawah bersama stakeholder seperti pemerintah propinsi DIY dan Kabupaten Boyolali antisipasi erupsi Merapi.

“Untuk saat ini kami paling penting koordinasi dulu, agar nanti ketika terjadi bencana bisa cepat sehingga pengungsi tertangani dengan baik. Hari ini kami berikan untuk sementara sekitar Rp500 juta, bentuknya tenda Covid-19, kebutuhan dasar kelompok rentan seperti matras, logistik juga untuk ibu hamil, balita dan anak-anak,” ujar Saffi Nasution, Rabu (25/11/2020).

Lebih lanjut, tenda Covid-19 yang disiapkan Kemensos saat ini disiagakan sebanyak 20 unit untuk pengungsian di wilayah lingkar Merapi. 10 unit didistribusikan di DIY dan 10 unit disitribusikan di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Tenda tersebut berukuran delapan kali enam meter dengan bahan terbuat dari PVC yang tidak terlalu panas namun tak terlalu dingin.

Baca juga: Jadi Target Penelusuran, Warga di Kulonprogo Ini Sempat Menolak di-swab

“Saat ini kami siagakan 20 unit, namun ketika nanti dibutuhkan lebih, kami siap datangkan lagi untuk para pengungsi. Tenda ini warnannya merah putih, dan sengaja dibuat agar pengungsi nyaman ketika harus tinggal di pengungsian,” ungkapnya.

Selain itu, dalam mencegah penyebaran virus Covid-19 di kalangan pengungsi erupsi merapi, dikatakan Safi, pemerintah telah menerapkan protokol kesehatan yang ketat dengan membuat bilik-bilik di lokasi pengungsian dan memasang alat ozonisasi guna membunuh partikel kecil penyebar virus.

"Kita liat disini semuanya pakai sekat dan bilik-bilik. Kita juga pasang ozonisasi," lanjut Saffi.

Untuk membantu kelancaran distribusi keperluan pengungsi, Kemensos telah menyiagakan sebanyak 369 Taruna Siaga Bencana atau TAGANA.

"Dari jumlah tersebut yang telah diterjunkan di lapangan sebanyak 69 orang di dua lokasi pengungsian," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial DIY, Endang Patmintarsih mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kemensos untuk memudahkan langkah saat nantinya terjadi bencana Merapi. Dinas Sosial DIY secara langsung menyalurkan bantuan kepada para pengungsi yang saat ini memang seluruhnya termasuk dalam kelompok rentan.

“Jumlah pengungsi saat ini di Glagaharjo ada sekitar 241 yang terdiri dari lansia, ibu hamil, anak-anak dan bayi. Kebutuhan yang mendesak saat ini kebutuhan dasar seperti makanan pendamping ASI, biskuit, juga vitamin untuk mereka. Hari ini kami sudah koordinasi dengan Kemensos dan bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan,” pungkasnya.