PILKADA BANTUL: Buntut Video Bagi Duit ke Warga, Suharsono-Totok Dipanggil Bawaslu

Calon Bupati Bantul Suharson.- Harian Jogja - Ist
26 November 2020 17:57 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bantul akhirnya memanggil pasangan calon bupati dan wakil bupati Bantul nomor urut dua, Suharsono-Totok Sudarto (Noto) terkait dengan viralnya video dugaan money politic, Kamis (26/11/2020).

Suharsono datang ke kantor Bawaslu Bantul pukul 13.30 WIB, disusul Totok Sudarto yang datang pada pukul 14.27 WIB. Keduanya datang ke kantor Bawaslu Bantul bersama dengan tim kuasa hukumnya.

Setelah diperiksa kurang lebih dua jam, Suharsono menyatakan jika kedatangannya untuk memenuhi panggilan dari Bawaslu. Sebelumnya, Bawaslu juga sempat meminta klarifikasi secara tertulis sebelum melakukan pemanggilan.

“Saya datang untuk diklarifikasi soal video, sudah saya sampaikan semua. Intinya ya, klarifikasi masalah video itu,” kata Suharsono usai pemeriksaan.

Lebih lanjut Suharsono membenarkan jika sosok orang yang ada di video tersebut adalah dirinya.

“Secara lengkap itu benar. Tapi, Unsur-unsurnya tanyakan kepada tim saya. Jadi tak ada unsur saya kampanye. Orang kampanye kok ke simbah-simbah. Kenapa kok hanya ke simbah,” lanjutnya.

Sementara Totok Sudarto mengaku enggan banyak berkomentar terkait dengan beredarnya video dugaan money politic yang terjadi pada 17 November lalu di Karangtengah, Imogiri.

“Silakan nanti tanyakan ke Bawaslu, saja,” katanya.

Meski enggan berkomentar banyak, tapi Totok menyatakan jika pemberian uang itu sebagai bentuk kemanusiaan.

“Itu hanya unsur kemanusiaan saja. Dan, ini tidak ada unsur kesengajaan. Karena waktu itu saya di Srunggo [Selopamioro, Imogiri], dan yang mengeluarkan uang kan bukan pak Suharsono,” lanjut Totok.

Sementara tim hukum Noto, Romi Habie mengatakan, jika kedatangan kliennya ke kantor Bawaslu adalah untuk memberikan contoh dan klarifikasi terkait beredarnya video dugaan money politik.

“Beliau sendiri yang klarifikasi. Kami tim beliau hanya dampingi saja. Yang jelas tadi ada lima halaman [pertanyaan],” paparnya.

Terkait dengan kemungkinan dugaan kesengajaan untuk menjatuhkan Noto, Romi mengaku saat ini pihaknya melakukan analisa terkait video tersebut.

“Dengan situasi politik seperti ini, tentu indikasi mengarah kesana tentu ada. Tapi, monggo itu tugas Bawaslu untuk mengklarifikasi,” tandasnya.

Terpisah Anggota Bawaslu Bantul Divisi SDM, Organisasi Data dan Informasi Bawaslu Bantul, Nuril Hanafi mengatakan jika penyidikan terkait video tersebut masih dalam proses tindak lanjut.

“Nanti akan kami sampaikan hasilnya. Harapan pekan ini selesai. Karena hari ini masih klarifikasi juga,” katanya.

Sebelumnya, beredar video berdurasi 2 menit 15 detik yang memperlihatkan pasangan Noto di salah satu rumah warga. Selanjutnya pasangan tersebut duduk di kursi dan warga tampak duduk di lantai.

Di tengah-tengah obrolan, Suharsono tampak meminta seseorang untuk memberikan bantuan berupa uang tunai Rp500.000 kepada seorang perempuan yang duduk di lantai tersebut. Suharsono menyebut uang itu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari perempuan itu.

Setelah uang tersebut diterima, Suharsono berucap hal ini tidak boleh diceritakan ke siapa-siapa. Selain itu Suharsono juga berpesan kepada perempuan tersebut agar jangan lupa dengan yang berbaju putih pada tanggal 9 Desember 2020. Di mana tanggal itu adalah saat Pilkada Serentak digelar.