Desa Wisata Patuhi Protokol Kesehatan

Suasana pemandian di Desa Wisata Blue Lagoon Tirta Budi Dusun Dalem, Widodomartani, Ngemplak, Sleman, belum lama ini. - Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati
27 November 2020 13:17 WIB Bernadheta Dian Saraswati Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Pelaku desa wisata di Kabupaten Sleman berharap agar kegiatan wisata kembali bergerak. Namun di sisi lain, mereka juga ingin desa wisatanya tetap steril dari Covid-19.

Ketua Pengelola Desa Wisata dan Budaya Blue Lagoon Tirta Budi Dusun Dalem Widodomartani, Ngemplak, Sleman, Suhadi mengatakan untuk menarik perhatian pengunjung, pengelola wisata pemandian tersebut membuat paket menarik berupa satu tiket free minum.

"Sekarang tiketnya Rp10.000 free minum. Sengaja untuk menarik pengunjung di masa pandemi ini," katanya kepada Harian Jogja, Jumat (27/11/2020).

BACA JUGA : Di Bantul, Baru Satu Desa Wisata yang Siap Menerima 

Diharapkan dengan paket menarik tersebut, pengunjung Blue Lagoon semakin banyak sehingga memberikan imbas baik bagi warga yang berjualan di sekitar desa wisata.

Suhadi mengatakan jumlah pengunjung pada masa pandemi Covid-19 ini sekitar 50-150 orang. Pihak pengelola tetap menerapkan protokol kesehatan 3M yang ketat kepada wisatawan, seperti membatasi jumlah pengunjung di lokasi pemandian.

"Di lokasi pemandian dibatasi 40 orang agar tidak berkerumun," jelasnya. Untuk pengunjung lain bisa diarahkan ke spot-spot seperti di gazebo, warung-warung milik warga, dan lainnya.

BACA JUGA : Adaptasi Kebiasaan Baru, 17 Kampung Wisata Siap Jadi

Sementara itu di Mina Wisata Bokesan, Sindumartani, pihak pengelola juga menerapkan protokol kesehatan 3M dengan ketat. Desa yang menawarkan wisata perikanan ini mewajibkan pengunjung memakai masker, mencuci tangan, dan tidak berkerumun saat berwisata atau bertransaksi membeli ikan.

Yossa Hayu Nugroho selaku Pembina Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Mina Wisata Bokesan mengatakan selama pandemi ini kegiatan outbond yang biasanya digelar di lokasi, untuk sementara ditiadakan. "Outbond masih off dulu karena kami belum berani mengambil risiko, terlebih-lebih masyarakat di sini [Bokesan] juga berkenannya seperti itu.

Kemungkinan kami akan melakukan koordinasi di akhir tahun, perencanaan memulai di awal tahun 2021," tutur Yossa.

BACA JUGA : Desa Wisata Kasongan Masih Tutup, Pesanan Gerabah

Kendati demikian, kegiatan jual beli ikan di desa wisata tersebut tetap berlangsung. Mengingat kegiatan itu menjadi mata pencaharian mayoritas penduduk setempat.