SMK SMTI Yogyakarta Lepas 122 Wisudawan

Prosesi wisuda SMK-SMTI Yogyakarta 2020 yang digelar secara terbatas via daring dengan penerapan prokes ketat, Sabtu (28/11 - 2020).
30 November 2020 06:27 WIB Media Digital Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Sebanyak 112 murid SMK SMTI Yogyakarta diwisuda, Sabtu (28/11). Wisuda ini dilaksanakan secara serentak di sembilan SMK, 10 politeknik dan dua akademi komunitas dibawah Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri Kementerian Perindustrian yang tersebar di delapan provinsi.

Lantaran masih dalam situasi pandemi Covid-19, wisuda dilakukan secara terbatas secara daring dan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Hanya perwakilan sekolah dan perwakilan wisudawan yang hadir di lokasi, sedangkan wisudawan lain beserta orang tuanya mengikuti prosesi wisuda secara daring dari rumah masing-masing.

Kepala SMK SMTI Yogyakarta, Ening Kaekasiwi, menjelaskan para wisudawan dengan kompetensi Kimia Industri tersebut telah mengikuti serangkaian proses sebelum sampai pada prosesi wisuda, meliputi Ujian Nasional, Ujian Sekolah, Uji Kompetensi, lulus untuk semua mata pelajaran yang tercantum pada struktur program kurikulum yang berlaku dan mempunyai kepribadian minimal baik.

“Selain memperoleh ijazah, lulusan juga memperoleh Sertifikat Kompetensi dari BNSP [Badan Nasional Sertifikasi Profesi]. Terdapat tiga klaster skema sertifikasi untuk Kimia Industri di LSP P1 SMK SMTI Yogyakarta. Sertifikat Internasional diperoleh dari Vapro Belanda untuk Operator Vapro A dan B dengan kelulusan 66,39 persen,” katanya, Minggu (29/11).

Ening mengatakan, kemampuan bahasa asing lulusan ditandai dengan diperolehnya sertifikat TOEIC dengan skor tertinggi 965 atas nama Dwi Aprianti. Untuk membekali kemampuan Bahasa Inggris, SMK-SMTI Yogyakarta bekerja sama dengan Lembaga Bahasa Inggris terakreditasi memberikan Basic Talking English meliputi speaking, giving presentation, dan interview yang dilaksanakan secara daring.Kepala SMK SMTI Yogyakarta Ening Kaekasiwi memberikan sambutan saat acara wisuda siswa SMK SMTI Yogyakarta, Sabtu (28/11).

Dalam wisuda ini, tiga lulusan terbaik yakni Ines Larasati, Ratri Pramudhita dan Ivan Dhimas Agitya, dengan IPK masing-masing 86,67. Murid berprestasi lainnya yakni Khoirun Nur Judan, sebagai terbaik dalam ujian internasional.

Kemudian Ajik Setya Budi, yang kini bekerja di PT Clariant Site Tangerang, memperoleh sertifikat kompetensi LSP P3 Petrokimia Gresik untuk Operator Klaster Pengoperasian Cooling Tower, praktik kerja industri (prakerin) di PT Petrokimia dan aktif sebagai Dewan Ambalan

Hingga 24 November 2020, Penyerapan lulusan SMK-SMTI Yogyakarta meliputi 66 orang (54%) sudah bekerja; 30 orang (25%) melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi; enam orang (5%) berwirausaha; 20 orang (16%) masih on process.

Untuk mengembangkan sekolah dalam koridor penguatan pendidikan vokasi industri sebagai role model pendidikan berbasis kompetensi yang link and match dengan industri, SMK-SMTI Yogyakarta bekerja sama dengan berbagai industri dan sekolah di luar negeri dalam bentuk pengembangan kurikulum, magang guru, magang siswa, guru tamu maupun pemberian beasiswa.

“Tahun ini ada 179 industri untuk tempat prakerin, 27 industri untuk on the job training, 25 industri melaksanakan rekrutmen, tiga industri memberikan beasiswa, 34 industri sebagai silver expert, tiga industri nasional dan 11 mitra luar negeri baik Industri, Selain itu, politeknik maupun college terikat kesepakatan,” ujar dia.

Sistem Pendidikan

Sejak Tahun Pelajaran 2019/2020, SMK-SMTI Yogyakarta telah melaksanakan pendidikan sistem ganda, yakni pendidikan yang berorientasi kerja dan mengharuskan siswa belajar di dua tempat, di sekolah dan di Industri. Saat ini, sebanyak 60 siswa tengah melaksanakan on the job training di 27 industri berskala nasional.

SMK-SMTI Yogyakarta adalah institusi pendidikan pertama di Indonesia dan SMK pertama di Asia Tenggara yang melaksanakan Siemens Mechatronic System Certification Programe (SMSCP) level 1.

“SMSCP adalah sertifikasi internasional dalam bidang mekatronika dari PT. Siemens Jerman,” ucap dia.

Dengan program tersebut, sekolah dapat menerapkan sistem pembelajaran Teknik Mekatronika berstandar internasional. Tujuannya, menciptakan tenaga kerja berkualitas yang mampu bersaing dan bekerja di industri yang semakin berkembang.

Dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0, sejumlah upaya yang dilakukan di antaranya, pertama, menyisipkan materi pelajaran dasar yaitu Introduction Industri 4.0 dan materi lainnya yang mendukung Industri 4.0, untuk semua kompetensi keahlian.

Kedua, menyiapkan Pilar Pembangunan PIDI 4.0 (Pusat Inovasi Digital Industri 4.0) berupa Capability Center. Ketiga, pengembangan Teaching Factory ke arah Industri 4.0. Keempat, menjalin kerja sama dengan industri untuk mengimplementasikan Industri 4.0 dalam suatu produk.

Prosesi wisuda SMK-SMTI Yogyakarta 2020 yang digelar secara terbatas via daring dengan penerapan prokes ketat, Sabtu (28/11/2020).

Inkubator Bisnis

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Inspektur Jendral kementerian perindustrian, Arus Gunawan secara daring, mengatakan sebagai dampak pandemi Covid-19 serapan lulusan di industri kerja 2020 menurun jika dibanding 2019. Itulah sebabnya perlu dilakukan berbagai langkah untuk mengatasinya.

“Pada penurunan ini mempengaruhi juga sektor kinerja. Lulusan disarankan terlibat dalam inkubator bisnis sehingga jadi wirausahawan baru. Lulusan yang belum diterima kerja selalu dipantau dan sampaikan solusi. Kedepan lulusan kita harus bisa bersaing di pasar global,” ujar dia.

Soft skill seperti bahasa asing, berpikir kritis, analisis, inovasi, kepemimpinan, negosiasi dan kerja tim menurutnya harus dimiliki setiap lulusan. “Global minded perlu ditingkatkan. Soft skill yang banyak dibutuhkan perlu diibiasakan di institusi Pendidikan ketika belajar dan berorganisasi. Iklim dunia Pendidikan perlu didukung agar soft skill pelajar terarah,” kata dia. (Adv)