Penanaman di Sungai Oya Picu Sedimentasi, Pemkab Diminta Bertindak
Aktivitas penanaman di aliran sungai saat kemarau dinilai mempercepat sedimentasi. Pemkab Gunungkidul didorong memperkuat sosialisasi menjaga ekosistem sungai.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, WONOSARI – Memasuki hari-hari terakhir kampanye, pasangan calon kepala daerah masih bersemangat dengan pelaksanaan tatap muka bersama masyarakat. Langkah ini dilakukan sebagai upaya meraih simpatik dan bisa memenangkan dalam pemilihan yang berlangsung 9 Desember mendatang.
Calon bupati Sunaryanta mengatakan, kampanye yang dilakukan tidak ada kata berhenti, meski sudah mendekati pemilihan. Menurut dia, kampanye dilakukan dengan berbagai cara baik melalui media sosial maupun pertemuan terbatas dengan masyarakat.
BACA JUGA : Pencoblosan di Pilkada Gunungkidul Tinggal 1 Bulan
“Jadwalnya masih padat karena upaya pemenangan terus dilakukan hingga detik akhir kampanye. Sebagai contoh hari ini, setelah siangnya muter-muter di Tepus, malamnya ketemu warga di kawasan Siraman, Wonosari,” katanya, Sabtu (28/11).
Menurut dia, kampanye tidak hanya dilakukan ia bersama dengan pasangannya Heris Susanto, namun tim pemenangan yang berasal dari partai politik pengusung serta relawan juga ikut bergerak. “Saya jalan sendiri, pak Heri juga jalan. Tapi, kadang juga berjalan bersama-sama,” katanya.
Sunaryanta mengatakan tidak ada kata kendor untuk mensosialisasikan diri ke masyarakat. Pasalnya, pertemuan dengan warga menjadi salah satu kunci untuk kemenangan di pilkada. “Selain minta doa restu, warga juga kami paparkan tentang visi misi yang kami miliki,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh calon urut nomor satu, Sutrisna Wibawa. Menurut dia, timnya masih bersemangat untuk berkampanye hingga 5 Desember mendatang. untuk kampanye tidak hanya dilakukan melalui media sosial atau pertemuan warga. Namun, sosialisasi juga dilakukan dengan menggelar flasmob di titik-titik strategis dengan melibatkan relawan dan simpatisan.
BACA JUGA : Sah! Empat Paslon Resmi Bertarung di Pilkada Gunungkidul
“Selain memperkenalkan program yang dimiliki, kami juga melakukan kampanye yang inovatif untuk meraih simpatik masyarakat,” katanya.
Calon bupati nomor urut tiga, Bambang Wisnu Handoyo mengatakan, untuk kampanye dalam sehari bisa dilakukan di 30-40 titik. Kesemuanya ini dilakukan bersama-sama dengan tim pemenangan. “Kampanye akan terus kami gelar hingga batas waktunya. Ini semua untuk memperkenalkan diri ke masyarakat tentang visi misi dan program yang dimiliki,” katanya.
Senada diungkapkan oleh Calon bupati nomor urut dua, Immawan Wahyudi. Menurut dia, dirinya bersama-sama tim pemenangan terus bergerak untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat. “Segala upaya dilakukan. Selain menggelar pertemuan dengan warga dan kampanye di media sosial, kami juga menggunakan mobil keliling untuk kampanye ke kalurahan-kalurahan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Aktivitas penanaman di aliran sungai saat kemarau dinilai mempercepat sedimentasi. Pemkab Gunungkidul didorong memperkuat sosialisasi menjaga ekosistem sungai.
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Sleman kembali membuka layanan SIM Keliling.
Polres Gunungkidul kembali membuka layanan SIM Keliling pada hari ini.
Jogja Scooter Parade di JEC 25-26 Juli dan Exposure 2026 di Amplas 24-26 Juli. Dua event akhir pekan di Jogja yang wajib dikunjungi!
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Jadwal DAMRI Jogja ke Bandara YIA 2026 lengkap dengan tarif dan titik keberangkatan. Cek rute dan jam terbaru di sini.