Delapan ASN Pemda DIY Terkonfirmasi Positif Covid-19

Ilustrasi. - Freepik
02 Desember 2020 00:37 WIB Media Digital Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Sebanyak delapan ASN Pemda DIY terkonfirmasi positif Covid–19. Rinciannya, lima dari delapan ASN tersebut sehari-harinya bertugas di Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY dan tiga ASN lainnya bertugas di Dinas Kebudayaan DIY.

Kepala Dinas DP3AP2 DIY Erlina Hidayati Sumardi, S.I.P, M.M. memberikan keterangan pada Selasa, 24 November 2020, bahwa kasus bermula dari ASN berjenis kelamin perempuan, 40, yang berdomisili di Sleman. “Pada 12 – 13 November 2020, yang bersangkutan merasa kurang enak badan setelah akhir pekan sebelumnya melakukan perjalanan ke luar kota untuk mengunjungi orang tuanya. Namun, karena merasa dirinya hanya kelelahan dan mengingat ketugasan dinas yang tidak bisa ditinggalkan, ASN tersebut memutuskan untuk tetap bekerja. Hari berikutnya, yakni 14 November 2020, yang bersangkutan demam. Sehingga Senin, 16 November 2020 dirinya tidak masuk kantor dan menjalani isolasi mandiri,” jelas Erlina dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Selasa (1/12/2020).

Selanjutnya, dikarenakan demam semakin tinggi serta mulai diikuti dengan batuk, maka, pada tanggal 18 November 2020, yang bersangkutan melakukan swab mandiri. Hasil swab yang dikeluarkan pada 20 November 2020, menyatakan bahwa yang bersangkutan terkonfirmasi positif Covid -19 dan selanjutnya menjalani perawatan di RSUD Sleman.

Erlina menjelaskan, pada tanggal yang sama saat menerima informasi stafnya terkonfirmasi positif, dirinya segera menginstruksikan agar pegawai yang satu ruangan dengan yang bersangkutan dan yang melakukan kontak untuk segera pulang dan melakukan isolasi mandiri. Di samping itu, dilakukan pula penyemprotan secara menyeluruh pada semua bagian kantor. Selanjutnya, Sabtu, 21 November 2020, 18 orang yang masuk pada daftar contact tracing diwajibkan untuk swab.

Baca juga: Corona di Kulonprogo Bertambah 25 Kasus Baru Hari Ini

“Berdasarkan hasil swab terhadap 18 orang tersebut, tiga orang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19, sedangkan 13 lainnya negatif. Sedangkan dua orang lagi hasilnya belum diketahui, karena mereka melakukan swab mandiri,” jelas Erlina.

Lebih lanjut, Erlina menjelaskan, tiga orang terkonfirmasi tersebut terdiri dari Perempuan (55 tahun), Sleman; Laki – laki (31 tahun), Sleman, dan Perempuan (26 tahun), Bantul. Ketiganya saat ini menjalani isolasi mandiri karena merupakan OTG, dengan pengawasan Puskesmas dan RT setempat. Selanjutnya, pada Selasa, 24 November 2020, 1 dari 2 orang yang hasilnya belum diketahui pada hari sebelumnya, dinyatakan terkonfirmasi positif. Sehingga, total jumlah ASN DP3AP2 yang terkonfirmasi positif menjadi 5 orang.

Erlina mengungkapkan, pihaknya telah melaporkan kasus tersebut kepada Gugus Tugas Covid -19 DIY, serta Dinas Kesehatan DIY. Untuk selanjutnya,  contact  tracing akan dilakukan kembali guna menindaklanjuti susulan 4 kasus terkonfirmasi positif. Pegawai yang satu ruangan dan melakukan kontak dengan kasus positif, juga diwajibkan untuk WFH.

“Kami perketat lagi untuk tracing kembali. Kami juga memperketat sterilisasi lingkungan sampai masa inkubasi virus selesai. Selain itu kami tidak menerima tamu dari luar untuk saat ini. Kegiatan di luar pun sangat kami batasi. Apabila memungkinkan kita manfaatkan daring, tapi yang tidak memungkinkan kita tunda atau bahkan kita batalkan. Semua ruangan juga selalu disterilkan setiap harinya, kami juga mendapatkan bantuan dari BPBD DIY sebanyak dua kali untuk melakukan disinfektasi tersebut,” tukas Erlina.

Dinas Kebudayaan

Sementara itu, dari OPD yang berbeda, Plt. Kepala Dinas Kebudayaan DIY Sumadi, SH.,MH. dalam penjelasannya Senin, 30 November 2020, mengatakan bahwa kasus bermula dari ASN berjenis kelamin perempuan (54 tahun) yang berdomisili di Kota Jogja. Pada 20 November 2020, yang bersangkutan merasa kurang enak badan dan minta ijin untuk pulang mendahului.

Selanjutnya, yang bersangkutan memeriksakan diri di RS JIH dan dari hasil scan paru-paru menunjukkan gejala ke arah Covid-19 dan disarankan untuk menjalani isolasi mandiri dan tes swab. Selanjutnya, yang bersangkutan kemudian dirawat di RS Hardjolukito. Hasil tes swab yang dilaksanakan pada tanggal 25 November 2020 dan telah dilaporkan ke Dinas Kebudayaan pada hari Sabtu, 28 November 2020, menyatakan bahwa yang bersangkutan terkonfirmasi positif Covid -19.

Sumadi menjelaskan, pada tanggal yang sama saat pihaknya menerima informasi tersebut, teman satu bidang dari yang bersangkutan melakukan tes mandiri, baik rapid test maupun swab. Hasil dari tes tersebut, terdapat dua orang ASN juga terkonfirmasi positif Covid-19 pada Sabtu 28 November 2020 yang terdiri dari perempuan (55 tahun) domisili Bantul dan laki-laki (57 tahun) domisili Sleman. Keduanya sedang menjalani isolasi/dirawat di Rumah Sakit sesuai rujukan dari Puskesmas setempat sesuai domisili.

Lebih lanjut Sumadi mengungkapkan, pihaknya telah  melaporkan kasus tersebut kepada Gugus Tugas Covid -19 DIY, BKD DIY serta Dinas Kesehatan DIY dan Kota Jogja. Untuk selanjutnya, berdasarkan contact  tracing, dinyatakan ada tujuh orang personil yang dinyatakan sebagai kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

Baca juga: Klaster Perkantoran Bermunculan, Pemda DIY Tetap Tak Mau Terapkan WFH

Ketujuh orang tersebutakan menjalani tes swab sesuai jadwal yang ditentukan oleh Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta. Seluruh karyawan yang dinyatakan kontak erat selama menunggu jadwal swab dan menunggu keluarnya hasil swab diwajibkan untuk WFH. Sementara, lingkungan kantor langsung disterilkan oleh tim dari BPBD DIY setelah memperoleh laporan dari Dinas Kebudayaan DIY.

“Meski demikian, kegiatan dan pelayanan di DinasKebudayaan DIY tetap berjalan seperti biasa. Kami perketat lagi pelaksanaan protokol kesehatan. Kami selektif menghadiri acara di luar Dinas, dan koordinasi diupayakan secara daring dulu. Selain itu, penerimaan tamu Dinas Kebudayaan hanya dilaksanakan di pendapa,” urai Sumadi.