Distribusi Logistik Pilkada di Sleman Dahulukan Wilayah dengan TPS Terbanyak dan Terpencil

Sekda Sleman Harda Kiswaya melepas pengiriman logistik Pilkada, Minggu (6/12/2020). - Ist/dok
06 Desember 2020 14:47 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- KPU mulai mendistribusikan logistik Pilkada beserta alat pelindung diri (APD) ke PPK di masing-masing kepanewon. Logistik Pilkada dan APD tersebut akan didistribusikan ke PPS di kalurahan masing-masing.

Seremoni pendistribusian logistik Pilkada tersebut dilakukan oleh KPU bersama Bawaslu, dan unsur kepolisian dan TNI. Armada dilepas oleh Sekda Sleman Harda Kiswaya mewakili Bupati Sleman Sri Purnomo.

Ketua KPU Sleman Trapsi Haryadi mengatakan untuk distribusi logistik Pilkada beserta APD-nya tahap pertama dilakukan bagi beberapa kepanewon yang memiliki jumlah TPS yang banyak dan terpencil. Ada enam kepanewon yang diprioritaskan untuk segera didistribusikan. Meliputi Kepanewon Depok, Ngaglik, Mlati, Gamping, Prambanan dan Berbah. Logistik Pilkada tersebut dikirim menggunakan sembilan armada truk dengan pengawalan petugas kepolisian.

Baca juga: SMP 1 Jetis Terbakar, Kerugian Diperkirakan Rp100 Juta

"Enam kepanewon tersebut kami prioritaskan pengirimannya lebih dulu. Untuk proses pendistribusian nantu dari PPK ke masing-masing KPPS akan dilakukan selama dua hari, mulai 7-8 Desember," katanya usai melepas logistik Pilkada, Minggu (6/12/2020).

Distribusi logistik dan APD dilakukan sesuai dengan kebutuan masing-masing TPS. Selain kotak suara beserta perangkatnya, APD berupa masker, handsanitizer, sarung tangan, ember dan sabun cuci juga dibagikan oleh KPU. "Dengan begitu, maka pelaksanaan pemungutan suara pada 9 Desember mendatang sesuai dengan protokol kesehatan,"katanya.

Trapsi berharap agar masyarakat tidak takut ataupun khawatir saat mendatangi TPS. Sebab seluruh petugas KPPS sudah melaksanakan rapid test. Petugas penyelenggara yang kedapatan positif Covid-19 diganti dengan petugas lainnya. "Kami siapkan perangkat untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19. Oleh karenanya kami meminta juga saat di TPS nanti semua pihak bisa menerapkan protokol kesehatan,"katanya.

Baca juga: KPU Bantul Mulai Distribusikan Logistik Pilkada

Sementara Ketua Bawaslu Sleman, M. Abdul Karim Mustofa mengatakan pengawasan logistik Pilkada tetap dilakukan. Apakah kelengkapan logistik sesuai, ada kekurangan atau kelebihan, sesuai kebutuhan. Apakah distribusi logistik juga sesuai dengan aturan. "Apakah tepat sasaran atau tujuannya?jangan sampai logistik yang sampai ke TPS milik TPS lain. Ini kami awasi," katanya. (Abdul Hamid Razak)