Fasilitasi Pencoblosan, Petugas KPU Akan Datangi Warga Positif Covid-19

Ilustrasi. - Freepik
07 Desember 2020 07:17 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, WONOSARI – KPU Gunungkidul berjanji akan memfasilitasi pemilihan bagi warga yang dinyatakan positif corona maupun sedang menjalani isolasi mandiri. Rencananya petugas KPPS dibantu tenaga medis akan mendatangi mendatangi calon pemilih yang bersangkutan.

Ketua KPU Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi lintas sektor berkaitan dengan layanan pemilihan bagi warga yang sakit atau sedang menjalani isolasi karena Covid-19. Sesuai dengan Peraturan KPU No.18/2020 tentang Perubahan Atas PKPU No.8/2020 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Walikota dan Wakil Walikota.

BACA JUGA : Netral di Pilkada, Advokat Desak Protokol Kesehatan Ketat

Didalam peraturan ini dijelaskan, bagi pemilih yang sakit dan tidak bisa mendatangi ke TPS, maka petugas KPPS akan mendatangi atas persetujuan dari para saksi, pengawas kalurahan, pengawas TPS. Selain itu, didalam pelaksanaan pemilihan dengan model jemut bola ini, Hani memastikan kerahasian pemilih.

“Ini juga berlaku bagi warga yang menjalani isolasi mandiri karena corona,” katanya kepada Harianjogja.com, Minggu (6/12).

Menurut dia, untuk jumlah pasien corona yang sedang menjalani perawatan, pihaknya sudah berkordinasi dengan rumah sakit rujukan. Koordinasi dilakukan untuk memastikan jumlahnya sehingga para pasien tetap bisa terfasilitasi hak pilihnya.

“Rencananya besok [hari ini], kami akan lakukan koordinasi lagi untuk memastikan jumlahnya,” ungkapnya.

Ditambahkan Hani, teknis pendataan warga yang menjalani isolasi agar tetap bisa menggunakan hak pilihnya, KPU telah memerintahkan kepada petugas KPPS untuk mendata. Adapun pendataan dilakukan bersamaan saat menyerahkan surat undangan pemilihan.

BACA JUGA : Pencoblosan di Pilkada Gunungkidul Tinggal 1 Bulan

“Kami sudah instruksikan ke petugas untuk mendata. Jika memang ada yang ada isolasi, silahkan laporkan ke petugas agar bisa diberikan fasilitas pemilihan dengan cara mendatangi ke rumah,” katanya.

Ia mengungkapkan, pelaporan terkait dengan data warga yang menjalani isolasi tidak hanya saat penyerahan undangan karena akan dilayani hingga hari pencoblosan. “Ini untuk antisipasi agar tidak ada warga yang tercecer sehingga tetap bisa menggunakan hak suaranya,” imbuh Hani.

Menurut dia, untuk pelaksanaan pemilihan dengan jemput bola, para petugas akan dilengkapi dengan alat pelindung diri lengkap dengan baju hazmat. “Untuk pelaksanaan, kami juga akan meminta bantuan dari petugas medis,” katanya.

Anggota Bawaslu Gunungkidul, Rosita mendukung upaya KPU untuk melakukan jemput bola ke masyarakat. Untuk peraturan tidak ada masalah karena sudah diatur dalam PKPU. “Ini untuk memastikan hak pilih bagi warga, khususnya menjalani isolasi tetap bisa menggunakan hak pilihnya,” katanya.

BACA JUGA : Hari Tenang Pilkada Bantul, 2 Paslon Pantau Politik Uang

Dia pun berharap kepada KPU untuk menyediakan APD yang mencukupi sehingga tidak ada yang kekuranggan pada saat pelaksanaan berlangsung. “Yang paling penting juga, kerahasian pemilih harus benar-benar dijaga,” katanya.