Advertisement

Perketat Protokol Kesehatan di Lingkungan Kampung

Lugas Subarkah
Jum'at, 11 Desember 2020 - 18:17 WIB
Bhekti Suryani
Perketat Protokol Kesehatan di Lingkungan Kampung Ingat pesan ibu, cuci tangan dengan sabun. - Antara

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA---Penularan Covid-19 bukan saja terjadi pada aktivitas bepergian di luar daerah atau tempat umum, melainkan juga dari tingkat interaksi paling kecil yakni antar-tetangga. Sebab itu, protokol kesehatan perlu ditegakkan dimanapun berada, terutama di tingkat kampung.

Salah satu kelurahan yang telah dengan baik menerapkan protokol kesehatan di lingkungan kampung yakni di Kelurahan Purbayan. Pada awal Desember lalu, Purbayan juga mendapat bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja berupa fasilitas tempat cuci tangan.

Lurah Purbayan, Ari Suryani, menjelaskan pihaknya telah menerima wastafel portable untuk dipasang di 14 RW di Purbayan. “Bantuan ini dalam rangka menunjang sarana-prasarana tempat cuci tangan,” ujarnya, Jumat (11/12/2020).

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Wastafel portabel ini untuk diletakkan di sejumlah tempat fasilitas umum seperti Balai RW, GOR dan sebagainya untuk dapat membiasakan masyarakat mencuci tangan dengan sabun sesering mungkin. “Masyarakat secara swadaya menyiapkan sabunnya,” kata dia.

Menurutnya, ukungan dari Pemerintah Kotota Jogja ini sangat penting agar masyarakat tidak kendor dalam melaksanakan Protokol Kesehatan di lingkungannya. Ia mengapresiasi Gugus Tugas penanganan Covid-19 yang terus bergotong-royong mencegah penularan Covid-19 di masyarakat.

Selain tempat cuci tangan, masyarakat Kelurahan Purbayan juga secara rutin mengantisipasi persebaran covid-19 dengan penyemprotan disinfektan di setiap RW. Untuk memberi semagnat kekompakan, kegiatan ini dinamai Gotong-Royong Menghadapi Wabah Vurus Covid-19 (GOGROK COVID-19).

Di samping itu, pihaknya juga melakukan pengawasan penerapan krotokol kesehatan pada setiap kegiatan hajatan agar tidak menjadi tempat penularan covid-19. Ia mencontohkan pengawasan dilakukan pada hajatan pernikahan pada 4 Desember lalu.

“Pada pemantauan ini dipastikan semua memakai masker, tempat duduk dengan jarak yang aman, tempat cuci tangan sebelum masuk area acara hajatan, handsanitaser tersedia dan penyajian konsumsi dengan nasi boks dan dibawa pulang,” ungkapnya.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Airlangga Bertemu Puan, Buka Peluang Koalisi Pilpres 2024?

News
| Kamis, 29 September 2022, 23:57 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement