Singapura Turun di Ranking FIFA Usai Kalah 0-6 dari Malaysia
Singapura kehilangan 4,74 poin dan turun di live ranking FIFA setelah kalah telak 0-6 dari Malaysia pada FIFA ASEAN Cup 2026.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, BANTUL - Panitia Natal 2020, Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus (HKTY) Ganjuran, Bantul memastikan menerapkan protokol kesehatan yang ketat bagi jemaat saat misa Natal.
Ketua Dewan Paroki Gereja HKTY Ganjuran, Bantul, Ari Setiawan mengatakan, pada perayaan misa Natal kali ini pihaknya tidak hanya menyiapkan petugas mengukur suhu tubuh dan menempatkan wastafel, namun juga menerapkan pembatasan jumlah jemaat yang hadir.
Jika sebelum pandemi, ada 1.200 jemaat hadir, maka kali ini pihaknya akan membatasi sebanyak 600 jemaat. “Itu pun harus tetap mematuhi protokol kesehatan. Yakni dicek suhu tubuh, cuci tangan pada tempat yang disediakan dan juga mengenakan masker,” katanya, Rabu (15/12).
BACA JUGA : Jelang Natal, Kemenag Imbau Jemaat Patuhi Prokes
Oleh karena itu, untuk mewadahi keinginan umat merayakan misa Natal, dia menyatakan, frekuensi misa ditambah. Jika sebelum pandemi, ada sebanyak empat kali misa, maka kali ini ditambah menjadi tujuh kali.
“Nanti pas tanggal 24 ada tiga kali. Sisanya empat kali saat tanggal 25,” lanjutnya.
Pengetatan lainnya juga dilakukan oleh pihak gereja. Menurut Ari, agar pengawasan dan penerapan protokol kesehatan bisa dimaksimalkan, maka pihaknya membagi umat didasarkan wilayah. Di mana, tiap kali misa, hanya akan ada umat dari tiga atau empat wilayah saja.
“Mereka juga kami bekali id-card sesuai dengan lingkungannya,” paparnya.
BACA JUGA : Jalan Panjang Pembangunan GPdI di Sedayu Bantul
Sementara untuk umat dari luar kota yang pulang kampung dan hendak mengikuti Misa, pihak gereja mewajibkan mereka menyertakan hasil rapid tes atau uji swab. “Selain harus memakai masker, hand sanitizer, mencuci tangan dan tetap menjaga jarak," katanya.
Sebelumnya, Penyuluh Agama Kristen pada Kemenag Bantul, Suyanto mengatakan, hampir semua gereja besar di Bantul sudah memahami kondisi pandemi sehingga ibadah Natal dilakukan secara berkali-kali karena harus mematuhi protokol kesehatan agar bisa menjaga jarak jemaat satu dengan yang lainnya.
Tidak ada batasan harus berapa jemaat yang hadir karena masing-masing gereja berbeda kapasitasnya. “Hanya anak-anak dan usia lanjut dianjurkan tidak ke gereja dan mengikuti ibadah secara daring, live streaming,” ucap Suyanto.
BACA JUGA : Kegiatan Peribadatan Dibuka dengan Protokol Kesehatan Ketat
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Singapura kehilangan 4,74 poin dan turun di live ranking FIFA setelah kalah telak 0-6 dari Malaysia pada FIFA ASEAN Cup 2026.
Luhut mengajak Tsinghua berkolaborasi meneliti 435 spesies herbal Indonesia di IT Del melalui riset genomik dan teknologi kecerdasan buatan.
DPRD DIY menyoroti titik rawan kecelakaan di JJLS dan mengusulkan pemasangan pagar pengaman serta PJU secara bertahap.
Pakar UMY menyoroti risiko fiskal pengelolaan utang Whoosh, termasuk tenor 80 tahun dan potensi tekanan terhadap ruang anggaran publik.
Cara cek pre-order iPhone 18 Pro di iBox, Digimap, dan Erafone, termasuk voucher, pilihan warna, kapasitas, serta perkiraan harga global.
WNA China berinisial HW ditolak masuk Soetta meski visa masih berlaku setelah ada atensi terkait dugaan pencurian barang penumpang di pesawat Starlux.