Kulonprogo Siapkan Skenario Pembubaran Paksa Kerumunan Malam Tahun Baru

Foto Ilustrasu Satpol PP mengimbau karyawan salah satu warung makan untuk menerapkan protokol kesehatan. - Istimewa/Dokumen Satpol PP Bantul
16 Desember 2020 15:57 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo akan menerjunkan personel untuk memantau pelaksanaan protokol kesehatan di sejumlah lokasi publik pada malam tahun baru mendatang. Jika ditemukan ada masyarakat yang menggelar acara dan berpotensi menimbulkan kerumunan maka bakal dibubarkan.

Personil yang akan diterjunkan itu meliputi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) beserta TNI dan Polri. Mereka menyisir fasilitas umum yang kerap dijadikan tempat perayaan malam tahun baru di Kulonprogo, seperti Alun-alun Wates, kawasan pantai, pelabuhan Tanjung Adikarto dan Waduk Sermo.

BACA JUGA : Pembubaran Ibadah oleh Warga di Bantul Dianggap 

Apabila di tempat itu ditemui kerumunan, personil bakal bertindak tegas dengan membubarkan kerumunan tersebut. "Jika memang ada acara yang sampai menimbulkan kerumunan di situ, dengan terpaksa akan kami bubarkan," kata Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, Fajar Gegana kepada awak media Rabu (16/12/2020).

Fajar mengatakan Bupati Kulonprogo telah memutuskan bahwa pemkab tidak mengadakan kegiatan yang sifatnya mengundang kerumunan. Oleh karena itu, nasyarakat diimbau untuk mengikuti keputusan tersebut, demi meminimalisir penyebaran Covid-19. Dikhawatirkan jika terjadi kerumunan saat perayaan malam tahun baru bisa berpotensi menimbulkan penularan virus.

"Kami imbau agar masyarakat tidak menggelar pesta atau kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Lebih baik malam tahun baru mendatang dirayakan di rumah saja," kata dia.

Kepala Satpol PP Kulonprogo, Sumiran mengatakan sebanyak 40 personil Pol PP telah disiagakan untuk melakukan pemantauan di malam pergantian tahun. Para personel ini akan berpatroli di tiga zona, yaitu zona Utara, tengah dan selatann Kulonprogo.

"Jika ditemukan ada pelanggaran protokol kesehatan, maka penindakan siap dilakukan mulai dari bersih-bersih hingga pembubaran paksa jika ada yang ngeyel," ujarnya.

BACA JUGA : Satpol PP Bubarkan Kerumunan Massa di JJLS

Sebelumnya Bupati Kulonprogo Sutedjo mengatakan pemerintah tidak melarang warga untuk merayakan malam tahun baru. Namun, diimbau perayaan itu digelar secara sederhana dan tidak perlu mengundang banyak massa karena dikhawatirkan bisa terjadi penularan virus.

Dia juga mengingatkan masyarakat untuk senantiasa mematuhi protokol kesehatan, yakni mengenakan masker ketika di luar rumah, jaga jarak, hindari kerumunan dan biasakan mencuci tangan dengan sabun di air mengalir.