SRI Wilayah V Kulonprogo Kerahkan Personel Awasi Prokes di Pantai Selama Nataru

Ingat pesan ibu, cuci tangan dengan sabun. - Antara
20 Desember 2020 19:57 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Kulonprogo akan menerjunkan seluruh personelnya untuk memantau penerapan protokol kesehatan di destinasi wisata pantai selama libur Natal 2020 dan tahun baru 2021 (Nataru). Sanksi sosial bagi pelanggar prokes telah disiapkan sebagai efek jera.

"Untuk menghadapi nataru sebenarnya baru mau dirapatkan besok, tapi kami sudah ada planning bahwa dalam momen itu seluruh personil akan diterjunkan. Kami akan awasi penerapan prokes agar tidak terjadi penularan dan muncul klaster wisata," kata Koordinator SRI Wilayah V Kulonprogo, Aris Widiatmoko, Minggu (20/12/2020).

Dijelaskan total personil SRI Wilayah V Kulonprogo sebanyak 43 orang. Seluruh personil itu akan diterjunkan ke lima titik rawan keramaian, di antaranya kawasan pemecah ombak Pantai Glagah dan Pantai Congot, Kapanewon Temon. Apabila ditemukan pelanggar prokes, petugas bakal mengganjarnya dengan sanksi sosial berupa membersihkan lingkungan pantai.

"Setelah itu [menjalani sanksi sosial] akan kami berikan edukasi agar tidak mengulangi perbuatannya. Kami juga masukkan yang melanggar di aplikasi Jogja Patuh," kata Aris.

Aris mengatakan operasi penegakan prokes di destinasi wisata pantai sebenarnya sudah sering dilakukan pihaknya. Dalam setiap operasi, petugas bisa menjaring sedikitnya 80 pelanggar. Jumlah itu bisa lebih banyak jika razia dilakukan saat masa liburan atau akhir pekan. Adapun rata-rata pelanggaran yang ditemui adalah tidak mengenakan masker.

Dikatakan Aris, petugas dari Dinas Pariwisata Kulonprogo dan paguyuban wisata pantai yang berjaga di loket masuk wisata sebenarnya telah melakukan pengawasan terhadap prokes, utamanya soal kewajiban mengenakan masker. Namun tak sedikit wisatawan hanya mengenakannya ketika hendak masuk ke destinasi. Setelah sampai di lokasi masker bakal dilepas.

"Kalau mau masuk kan sudah ada pengawasan dari Dinas Pariwisata dan paguyuban wisata terkait kewajiban masker. Cuma nanti pas masuk tempat, kita yang bergerak. Karena biasanya sampai pantai masker itu dilepas. Kadang cuma dikantongi di saku celana," ujarnya.

Selain mengawasi prokes, personil di lapangan juga bertugas memantau keselamatan pengunjung pantai. Ini dilakukan untuk mencegah terjadinya insiden kecelakaan laut. Kawasan rawan seperti bibir pantai dan pemecah ombak pantai Glagah saat ini telah dipasangi papan larangan mandi di laut.

Sementara itu Dispar Kulonprogo bersama Gugus Tugas Penanganan Covid-19 setempat juga akan melakukan pemantauan penerapan protokol kesehatan di destinasi wisata selama berlangsungnya libur akhir tahun mendatang.

Jawatan ini sudah menyusun jadwal pemantauan terhadap destinasi yang telah diberikan rekomendasi uji operasional terbatas. Bagi destinasi yang tetap taat prokes akan ditempel sticker penanda layak kunjungan. Sementara yang tak taat akan dilakukan pembinaan. "Ini penting untuk mencegah penularan di destinasi wisata," kata Kepala Dispar Kulonprogo, Joko Mursito.

Di samping itu, Dispar juga sudah berkomunikasi dengan para pengelola wisata di Kulonprogo dalam rangka menyambut libur nataru mendatang. Salah satu yang ditekankan adalah tentang penerapan protokol kesehatan untuk mencegah terjadinya klaster di tempat wisata.