Tol Jogja-Cilacap Memotong Akses Cagar Budaya & Pesantren, Warga Mlangi Protes

Ilustrasi jalan tol. - JIBI/M. Ferri Setiawan
22 Desember 2020 16:17 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah warga Mlangi, Desa Nogotirto, Kecamatan Gamping, Sleman, mendatangi Kantor Gubernur DIY untuk menyampaikan surat keberatan terkait dengan pengalihan trase (jalur) Tol Jogja-Cilacap segmen Jogja-Yogyakarta International Airport (YIA), Selasa (22/12/2020).

Wakil Ketua Yaysan Pondok Pesantren Nur Iman Mlangi, Muslih Mukhtar, mengatakan inti surat ini adalah permintaan agar pengalihan trase tidak memotong jalur masuk kampung.

BACA JUGA: Presiden Jokowi Ganti 6 Menteri: Risma & Sandiaga Uno Masuk Kabinet, Terawan Terdepak

“Jalur utama masuk kampung Mlangi. Kampung itu cagar budaya dan banyak pesantren. Ada panti jompo, Masjid Pathok Negoro. Luasan sekitar dua sampai tiga hektara. Kami sudah minta second opinion dari pakar, itu [jalan tol] bisa dilewatkan sebelah utara jalan,” katanya.

Warga Mlangi juga sudah berkomunikasi dengan Satker Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), tetapi hanya mendapat jawaban secara teknis tidak memungkinkan. “Kami kalau secara teknis engga bisa, kami bicaranya memohon untuk dipindah trase-nya, itu aja,” ujarnya.

Pada 16 Desember, kata dia, sudah ada pertemuan dengan Satker Kementerian PUPR. Namun kehadiran warga justru dipahami sebagai persetujuan. “Padahal kami di situ hanya menyampaikan terima kasih telah menampung aspirasi kami, belum ada perbincangan apakah trase-nya dipindah atau tidak,” kata dia.