Pengungsi Merapi Bisa Akses Internet Gratis

Pengungsi tanggap darurat bencana erupsi Gunung Merapi di Barak Glagaharjo, Cangkringan, Sleman. - Antara
23 Desember 2020 20:07 WIB Dewi Andriani Sleman Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet indonesia (APJII) bersama TP-Link Indonesia menyediakan jaringan internet di lima titik posko pengungsian korban erupsi gunung Merapi, di Kabupaten Sleman.

Bantuan perangkat jaringan internet tesebut dibangun di posko pengungsian yang posisinya jauh dari perkotaan dan banyak diantaranya tidak terjangkau sinyal operator data seluler untuk mengakses internet.

Ketua APJII Pengurus Wilayah Jogja Tigor Jonson Purba mengatakan penyediaan jaringan internet diberikan untuk memenuhi kebutuhan akses internet di posko kebencanaan pemerintah. Termasuk bagi para relawan, dan para pengungsi terutama para siswa pelajar yang saat ini sedang melakukan proses belajar secara online akibat pandemi Covid 19.

“Jaringan dan akses internet tersebut saat ini telah tersedia secara gratis di barak Glagaharjo, Gayam, Kepuharjo, Wukirsari dan Brayut atas petunjuk Dinas Kominfo Pemerintah Kabupaten Sleman,” ujarnya, dalam keterangan yang diterima JIBI, Rabu (23/12/2020)

Dalam pemasangan jaringan internet tersebut beberapa barak menggunakan TP- Link CPE610 dan CPE110 sebagai backhaul dan akses point dengan hasil yang baik. Backbone internet disediakan oleh APJII DIY dengan kapasitas internet 80Mbps di Balai Desa Glagaharjo, kemudian dari sana disalurkan ke barak pengungsian di desa-desa sekitarnya.

Dengan kondisi alam yang berbukit dan pepohonan juga hampir selalu diguyur hujan lebat di lereng Merapi outdoor unit CPE610 dapat menghantarkan bandwidth internet hingga 15Mbps untuk satu barak.

CPE110 juga dapat dengan mudah diakses di barak pengungsian yang terdiri dari tenda penampungan, dan gedung dengan bilik bilik tersekat yang didiami masing masing keluarga pengungsi.

Menurut Tigor para petugas kebencanaan dan relawan menyambut baik tersedianya fasilitas jaringan internet sehingga membuat mereka lebih mudah mengakses maupun mengupdate informasi kondisi terkini erupsi Gunung Merapi.

“Masyarakat yang harus mengungsi sempat khawatir karena anak-anak yang masih bersekolah tengah menjalani proses belajar secara online. Fasilitas jaringan internet yang tersedia membuat proses belajar dapat terus berjalan,” tambahnya.

Sementara itu, Marketing Manager TP-Link Indonesia Yoshia menjelaskan, program ini merupakan bentuk kepedulian dan komitmen TP-Link dalam menyediakan perangkat jaringan yang terbaik agar masyarakat Indonesia dapat selalu terhubung, dan menunjang aktivitasnya keseharian dalam situasi apapun.

“Apalagi, kondisi bencana alam seperti dialami masyarakat Sleman, kami tentunya ingin hadir membantu sebagai bentuk keperdulian sosial itu melalui penyediaan perangkat jaringan produk TP Link yang berkualitas,” kata Yoshia.

Gunung Merapi ditetapkan berstatus Siaga (Level 3) sejak 5 November 2020. Pada periode pengamatan tanggal 8 November hingga pukul 24.00 WIB terpantau terjadi 71 gempa guguran, 31 kali gempa vulkanik dangkal, 2 kali gempa Low Frequency, 1 kali tektonik, dan 88 kali gempa hembusan.

Hal ini mengakibatkan masyarakat yang bermukim di radius 5 km dari harus mengungsi ke barak-barak pengungsian yang disediakan pemerintah kabupaten Sleman.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia