Sepanjang 2020, Narkoba menjadi Kasus Terbanyak yang Ditangani Polresta Jogja

Wakapolresta Jogja, Juang Andi Prianto (ketiga dari kiri) dan jajarannya dalam jumpa pers akhir tahun di Polresta Jogja pada Rabu (23/12/2020). - Harian Jogja/Sirojul Khafid
25 Desember 2020 01:17 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA– Sepanjang tahun 2020, narkoba menjadi kasus terbanyak yang ada di Kota Jogja. Total sebanyak 112 kasus. Urutan kasus terbanyak selanjutnya yaitu pencurian kendaraan bermotor (curanmor) 51 kasus, pencurian dengan pemberatan 23 kasus, dan kenakalan remaja atau senjata tajam 20 kasus.

Dalam hal curonmor, Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Kota (Polresta) Jogja, Riko Sanjaya mengungkapkan bahwa beberapa pelaku beraksi menggunakan kunci T. Adapula curanmor karena kunci motor yang tertinggal di kendaraan.

“Dari pemetaan, mayoritas [korban curanmor] kenal [dengan pelaku] dari Facebook, terperdaya, diajak berkenalan, jalan bersama, kemudian si korban di tinggal pergi,” kata Riko dalam konferensi pers akhir tahun di Polresta Jogja pada Rabu (23/12/2020).

Baca juga: Covid-19 di Jogja Makin Meroket, Pemda DIY Perpanjang Status Tanggap Darurat

Spesifik untuk kasus klitih, Polresta Jogja menjadikannya salah satu prioritas penanganan. Masih ada kasus klitih yang sedang dalam proses penyelidikan. Ada temuan baru dari beberapa kasus klitih di Jogja. “Kami menemukan beberapa fenomena baru. Biasanya pelapor mengaku mendapat serangan klitih saat pulang kerja,” kata Riko.

“Dari keterangan anggota lapangan dan keterangan saksi, ada temuan bahwa penyampaian informasi tidak sesuai. Pelapor ternyata kenal dengan para pelaku. Mereka saling tantang-tantangan," tambahnya.

Dalam hal kecelakaan lalu lintas di Kota Jogja, ada total 479 kejadian. Angka ini mengalami penurunan dari tahun sebelumnya dengan total kejadian 524. Total korban meninggal dunia sebanyak 27 orang dan luka ringan sebanyak 735. Dibandingkan 2019, korban meninggal mengalami kenaikan 6 orang, dan luka ringan naik 49 orang. Tidak ada korban dengan luka berat.

Baca juga: Mahasiswa Papua di Jogja Gelar Papua Design Weeks

Untuk laporan gangguan, ada 568 kasus yang terjadi. Menurut Wakil Kepala Polresta Jogja Juang Andi Prianto, sebanyak 410 dari total laporan berhasil diselesaikan. “Terjadi penurunan [laporan gangguan]. Mungkin jarang orang yang lalu lalang [selama pandemi Covid-19]. Dan penyelesaian kami naik 3 persen dari tahun sebelumnya,” kata Juang.

Menjelang tahun baru 2021, Polresta Jogja akan menerjunkan 1.100 personel untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Kasatlantas Polresta Jogja, Imam Bukhori mengungkapkan tahun ini tidak akan ada penutupan jalan. Namun pada malam tahun baru, kendaraan tidak boleh berhenti. “Tidak ada jalan yang ditutup agar tidak menimbulkan kurumunan,” kata Imam.