Kasus DBD Terbanyak di Gunungkidul Ada di Ponjong, Capai 64 Kasus
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Wisatawan menikmati pemandangan alam dari atas perbukitan di kawasan Pantai Kesirat, Kalurahan Girikarto, Panggang, Gunungkidul./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Dinas Pariwisata Gunungkidul mencatatkan adanya kenaikan kunjungan saat libur panjang yang bersamaan dengan perayaan Natal. Meski demikian, jumlah kenaikan tidak begitu signifikan dibandingkan dengan libur panjang sebelumnya.
Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan untuk libur kali ini ada peningkatan jumlah kunjungan dibandingkan dengan hari-hari biasa. Hanya saja, apabila dibandingkan dengan tingkat kunjungan di tahun lalu ada penurunan hampir 60%.
Menurut dia, hal ini wajar karena pelaksanaan liburan pada saat sekarang masih belum bisa lepas dari wabah Covid-19 sehingga berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan. “Memang ada penurunan. Jangankan dengan Natal tahun lalu, dengan libur bersama di akhir Oktober lalu juga masih kalah,” kata Hary saat dihubungi Harianjogja.com, Minggu (27/12/2020).
Baca juga: 2 Petahana Kades di Bantul Menang, Suami Kalahkan Istri, Bapak Kalahkan Anak
Ia menjelaskan, pada libur di akhir Oktober lalu, destinasi wisata di Gunungkidul ada sekitar 19.000 pengunjung setiap harinya. Sedangkan pada libur lagi ini selama tiga hari penyelenggaraan rata-rata baru sebanyak 12.000 pengunjung setiap harinya. “Memang ada kenaikan tapi tidak signifikan,” katanya.
Disinggung mengenai penyebab berkurangnya tingkat kunjungan, Hary tidak bisa menyebutkan secara pasti. “Mungkin banyak orang yang memilih di rumah saat liburan, tapi kemungkinan juga bisa disebabkan adanya kewajiban rapid antigen sehingga orang membatalkan niatnya untuk berwisata,” ungkapnya.
Baca juga: Wakil Ketua DPRD DIY Usul pada Gubernur Agar Pertimbangkan PSBB
Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II DIY, Marjono mengatakan untuk kunjungan wisatawan di kawasan pantai terpantau ramai lancar. menurut dia, penyelenggaraan wisata pada masa pandemi ini, pihaknya ikut membantu pemerintah dalam upaya menegakkan protokol kesehatan.
Secara keseluruhan, Marjono menilai kesadaran masyarakat untuk menaati protokol tersebut semakin baik. Hal ini terlihat dari berkurangnya jumlah pelanggaran yang didata oleh relawan. “Memang masih ada yang melanggar, tapi kami tegur untuk bisa mematuhi protokol kesehatan dengan menjaga jarak dan waji menggunakan masker,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Disdikpora Jogja meminta sekolah meningkatkan kewaspadaan influenza, pemantauan kesehatan, PHBS, dan deteksi dini untuk mencegah penularan.
Stasiun Lempuyangan ditata menjadi stasiun khusus penumpang. Aktivitas angkutan semen direncanakan pindah ke Stasiun Prambanan.
Bawaslu Bantul mendorong Pilur 2026 bebas politik uang dengan memperkuat gerakan Desa Anti Politik Uang di 30 kalurahan.
Rezza Octavia tersingkir di 16 besar Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Indonesia kembali tanpa medali recurve individu putri.
Perbaikan Jalan Srandakan-Poncosari-Pandansimo Bantul mencapai 43,309 persen, melampaui target dan ditargetkan selesai 28 Desember 2026.