Minggu Pagi, Guguran Material Meluncur 1,5 Kilometer dari Puncak Merapi

Gunung Merapi difoto dari kawasan Kinahrejo, Cangkringan, Sleman, DIY, Rabu (18/11/2020). - ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
03 Januari 2021 08:37 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Gempa guguran masih terus terjadi dalam aktivitas Gunung Merapi. Terkini, guguran material vulkanik meluncur dengan jarak 1,5 kilometer dari puncak Merapi. Peristiwa ini terekam secara visual melalui pengamatan BPPTKG Badan Geologi pada Minggu (3/1/2021) pagi.

Berdasarkan laporan periode Minggu (3/1/2021) pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB, kondisi Merapi cuaca berawan dan mendung. Angin bertiup lemah, sedang, hingga kencang ke arah timur dan tenggara. Suhu udara 17-21 °C, kelembaban udara 66-95 %, dan tekanan udara 569-687 mmHg.

BACA JUGA : Semalam, Terdengar 5 Kali Guguran di Merapi

Secara visul gunung berkabut antara 0-I, kabut 0-II, hingga kabut 0-III sehingga asap kawah tidak teramati. Selama periode pengamatan ini terjadi satu kalu guguran material dengan jarak luncur 1,5 kilometer mengarah ke Kali Lamat.

“Teramati guguran satu kali arah ke Kali Lamat dengan jarak luncur 1.500 meter [1,5 kilometer] pukul.05.54 WIB. Kemudian terpantau juga suara guguran satu kali intensitas sedang dari Babadan,” kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida melalui laporan harian aktivitas Merapi, Minggu.

Aktivitas kegempaan hari ini terpantaug guguran terjadi 18 kali dengan amplitudo  4-61 mm dan durasi antara 16 detik hingga 151 detik. Gempa embusan terjadi 21 kali dengan amplitudo antara 2-8 mm dan durasi 11 detik sampai 16 detik. Gempa fase banyak terjadi 94 kali dengan durasi antara 5 sampai 9 detik dan gempa vulkanik dangka terjadi 19 kali dengan durasi antara 13 detik hingga 32 detik.

BACA JUGA : Suara Guguran Terdengar 5 Kali dari Merapi

Sedangkan untuk periode pengamatan antara Sabtu (2/1/2021) pukul 18.00 WIB hingga 24.00 WIB, Cuaca Merapi cenderung berawan, angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur. Suhu udara 14-22 °C, kelembaban udara 68-93 %, dan tekanan udara 567-687 mmHg.

“Gunung jelas, kabut 0-I, kabut 0-II, hingga kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. Suara guguran empat kali intensitas lemah hingga sedang dari Babadan,” ujarnya.

BPPTKG memastikan tidak ada muntahan lava yang terjadi di Merapi sejak statusnya dinaikkan menjadi Siaga pada 5 November 2020. Adapun guguran yang terjadi beberapa kali, bukan guguran lava namun guguran material vulkanik sisa erupsi sebelumnya.

Material guguran yang pernah meluncur merupakan material sisa erupsi seperti tahun 1948, 1884, 1888. Karena Ketika Merapi Meletus tidak semua material terlontarkan dan masih ada sisa di permukaan sehingga menjadi material vulkanik. Oleh karena itu Hanik memastikan, belum ada muntahan lava.