Jajaki 4 Lokasi SG, Pembangunan Asrama Haji Kerja Sama dengan Kraton

Kondisi terminal keberangkatan YIA yang ramai penumpang, Minggu (3/1/2021). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
04 Januari 2021 07:57 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Menindaklanjuti penunjukan Yogyakarta International Airport (YIA) sebagai embarkasi haji, Kantor Wilayah Kemenag DIY telah melakukan survei sejumlah lokasi untuk pendirian asrama haji. Keempatnya berada di Kulonprogo dan berstatus Sultan Ground (SG). Lahan tersebut nantinya tidak dibebaskan namun melalui mekanisme kerja sama.

Kepala Kanwil Kemenag DIY, Eddy Gunawan, menjelaskan keempat lokasi yang disurvei berada di tiga kapanewon, yakni Sentolo, Lendah dan Kokap. “Sedang kami diskusikan dengan Pemda DIY, kami sudah sampaikan hasil survey lokasi, tindak lanjut dari arahan Sekda,” ujarnya, Rabu (30/12/2020).

BACA JUGA : YIA Jadi Embarkasi Haji, Pemda DIY Cari Lahan untuk

Ia menjelaskan empat lokasi ini merupakan lahan Sultan Ground yang jaraknya kurang-lebih 10 Km dari YIA. Dari sisi akses jalan menurutnya sudah sesuai kriteria dan tidak ada persoalan. Dengan dibangunnya jalan tol, akses jalan akan semakin mudah.

“Kebetulan dekat exit tol, jadi akses jalan saya kira ga ada persoalan. Kalau yang Lendah itu memang agak jauh dari bandara, tapi kalau ada tol tidak ada persoalan, semua lokasi di Kulonprogo. Target awal penentuan lokasi dulu, kemudian komunikasi dengan pusat,” ungkapnya.

Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji, menuturkan hasil survey tersebut akan dikonsultasikan kepada Sri Sultan HB X, karena statusnya merupakan Sultan Ground. Dalam penggunaannya, lahan tidak dibebaskan tapi melalui mekanisme kerja sama.

“Nanti bentuknya kerja sama kraton dengan kementerian,” katanya.

BACA JUGA : Layanan Rapid Test di YIA Dibatasi Hanya untuk Calon

Seperti diberitakan sebelumnya, untuk pembangunan asrama haji tersebut dibutuhkan lahan setidaknya 5-10 hektar, dengan jarak tempuh dari YIA paling jauh satu jam. YIA ditunjuk sebagai embarkasi haji karena telah memenuhi syarat dan untuk mendukung kebutuhan embarkasi haji di Solo.

“YIA sudah memenuhi syarat mulai dari panjang landasan 3.000 meter, luas bandara yang bisa didarati oleh pesawat-pesawat berbadan besar, yang tentu kapasitas penumpangnya banyak, sehingga lebih efisien,” kata Aji.

Pemberangkatan haji dari DIY paparnya, per tahun sekitar 3.500 jamaah. sementara dari daerah sekitar seperti Wonosobo, Madiun, Pacitan dan lainnya sekitar 7.000 jamaah. Maka asrama haji yang akan dibangun nanti setidaknya harus berkapasitas 10.000 jamaah.

BACA JUGA : Libur Natal, Penumpang di YIA Capai 80.000 Orang

Saat ini, embarkasi haji di Indonesia ada di 13 lokasi, dimana untuk jamaah DIY dan Jawa Tengah biasanya ikut embarkasi haji di Solo. Dengan dijadikannya embarkasi haji baru di YIA, diharapkan dapat membagi jamaah haji di DIY dan Jawa Tengah menjadi di dua lokasi, Solo dan Jogja.