Harga Kedelai Naik, Produsen Tempe dan Tahu di Bantul Tercekik

Tempe kedelai. - Solopos/Ivanovich Aldino
04 Januari 2021 11:47 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Kenaikan harga kedelai berdampak langsung terhadap keberlangsungan para produsen tempe dan tahu di Bantul. Bahkan, beberapa di antara mereka memilih berhenti beroperasi.

Salah satu produsen tempe asal Banguntapan, Bantul, Rochmat Kurniadi, 30, mengatakan akibat harga kedelai terus meningkat membuat dirinya terpaksa harus merumahkan tiga orang karyawannya. Bahkan, dirinya memilih mensetop produksi sebulan terakhir, karena dengan harga kedelai diatas Rp7.000 perkilogram membuat dirinya kesulitan berproduksi.

“Sudah sebulan berhenti beroperasi. Sementara mending berhenti operasi dulu. Nunggu harganya turun,” kata Rochmat, Senin (4/1/2021).

BACA JUGA : Harga Kedelai Diprediksi Normal Lagi Paling Cepat Februari

Kenaikan harga kedelai juga dirasakan oleh produsen tahu di Kalurahan Trimurti, Kapanewon Srandakan, Kabupaten Bantul. Suparmin. Pengusah tahu yang sudah beroperasi selama 20 tahun lebih ini terpaksa mengurangi produksi akibat kenaikan kedelai, selama sepekan terakhir.

Di mana sejak harga kedelai naik dari Rp7.200 perkilogram menjadi Rp9.700 perkilogram, pabriknya hanya memproduksi 1,5 kuintal perhari. Padahal, di kondisi normal, pabriknya biasa memproduksi 2 kuintal tahu.

“Kondisi ini jelas membuat kami kesulitan. Kenaikannya sangat tinggi,” ucapnya.

Kendati demikian, dia memastikan tidak akan memperkecil bentuk tahu yang diproduksi. Sebab, tidak ingin kehilangan pelanggan. "Untuk sementara ya, kami hanya bisa bertahan saja,” lanjutnya.

BACA JUGA : Kedelai Lokal Gunungkidul Potensial untuk Dikembangkan

Ukuran diperkecil

Sementara Kepala Dinas Perdagangan Bantul Sukrisna Dwi Susanta mengatakan, kenaikan harga kedelai terjadi selama dua pekan terakhir. Di mana hingga hari ini, harga kedelai menyentuh Rp9.000 per kilogram.

“Untuk stok masih banyak. Kami juga tidak tahu kenapa terjadi kenaikan. Padahal stok kedelai cukup banyak dan pemerintah pusat menjamin stok tidak masalah,” terang Sukrisna.

Disisi lain, Disdag memastikan keberadaan tempe dan tahu di sejumlah pasar di Bantul aman. Hal ini berdasarkan hasil pantauan yang dilakukan Senin (4/1/2021) memperlihatkan jika stok tempe dan  tahu masih ada serta tidak ada kelangkaan.

“Hanya saja, ukurannya memang diperkecil. Untuk ukuran tempe yang harganya Rp3.000 jika sebelumnya beratnya 3 ons, sekarang 2,5 ons,” ucap Sukrisna.