Alumni Jepang Bentuk KAWAN JAPAN, Bidik Wirausahawan Baru
Alumni Jepang membentuk KAWAN JAPAN di Sleman untuk memperkuat jejaring dan mendorong lahirnya wirausahawan baru di Indonesia.
Sejumlah lansia dari lereng Merapi duduk-duduk di lokasi pengungsian Balai Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman pada hari Senin (9/11/2020). /Harian Jogja-Hafit Yudi Suprobo
Harianjogja.com, SLEMAN—Sempat kembali ke rumah, sebagian pengungsi warga Dusun Kalitengah Lor, Kalurahan Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan, kini kembali ke barak setelah aktivitas Merapi tersu meningkat dalam beberapa hari terakhir.
Berdasarkan data pengungsian pada Rabu (30/12/2020) lalu, jumlah pengungsi yang tinggal di barak tercatat hanya 198 jiwa. Sebagian pengungsi memilih kembali ke rumah. Namun sejak Sabtu (2/1/2021), jumlah pengungsi yang mendiami barak berangsur bertambah. Jumlahnya saat itu sebanyak 298 jiwa. Pada Minggu (3/1/2021) jumlah pengungsi menembus 308 jiwa atau separuh dari total jumlah penduduk Kalitengah Lor sebanyak 537 jiwa.
BACA JUGA: Teror Ular Kobra Berlanjut, 1 Induk Ditangkap, Satu Lolos ke Sungai
Panewu atau Camat Cangkringan Suparmono mengatakan pekan lalu ada sebagian pengungsi terutama warga dewasa yang tidak masuk kelompok rentan, memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing.
"Selain alasannya mulai jenuh, mereka juga menilai kondisi Merapi aman dan mulai landai," katanya, Senin (4/1/2021) di Pemkab Sleman.
Namun, aktivitas Merapi belakangan mengalami peningkatan sehingga sebagian warga yang sebelumnya kembali rumah mulai ikut mendiami barak. Mereka kembali ke lokasi pengungsian atas kesadaran dan kemauan sendiri setelah mendengar informasi tentang peningkatan aktivitas Merapi.
"Jadi yang kembali ke rumah itu pengungsi yang bukan kelompok rentan. Sesuai kontingensi, mereka belum wajib mengungsi. Sedangkan kelompok rentan, mayoritas tetap berada di pengungsian," katanya.
BACA JUGA: Pernah Jadi Pengurus HTI, Wakil Dekan FPIK Unpad Dicopot
Ia mengatakan untuk mengusir rasa jenuh warga di barak pengungsian, pemerintah kecamatan sudah melakukan berbagai cara. Mulai menyajikan hiburan, pendampingan dan kegiatan lainnya.
"Selama ini, kami melakukan berbagai upaya agar warga tetap betah tinggal di barak. Misalnya, untuk pengungsi anak didampingi oleh Satgas PPA dari Dinas P3AP2KB. Begitu juga dengan pengungsi lansia yang sering mendapatkan hiburan dari sukarelawan," ujarnya.
Terpisah, Kepala BPPTKG Hanik Humaida mengatakan aktivitas Merapi sampai saat ini masih tinggi. Laju deformasi dalam tiga hari terakhir mencapai 21 cm per hari. Sepanjang Minggutercatat 70 kali guguran, 409 fase banyak, 96 vulkanik dangkal, dan 73 hembusan. Dia berharap agar masyarakat untuk bersabar, dan tetap bertahan tinggal di zona aman.
"Erupsi tidak bisa diprediksi kapan waktunya. Tapi yang bisa diukur adalah potensi bahayanya. Sampai sekarang, data-data yang ada masih tinggi sehingga artinya potensi erupsi masih tinggi," ujar Hanik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Alumni Jepang membentuk KAWAN JAPAN di Sleman untuk memperkuat jejaring dan mendorong lahirnya wirausahawan baru di Indonesia.
Bareskrim mengungkap dugaan penyadapan nomor Presiden Prabowo melalui LIMS tanpa prosedur. Kenali fungsi, cara kerja, dan pengamanan sistem tersebut.
Hasto Kristiyanto mengapresiasi pengungkapan dugaan penyadapan ilegal di Polri dan meminta kasus itu menjadi momentum pembenahan institusi.
Hilary Duff mengenang aksi usil bersama teman-temannya saat remaja. Mereka pernah mengerjai rumah seorang pria yang memperlakukan sahabatnya dengan buruk.
Pengguna aktif AI generatif di dunia mencapai 3,24 miliar orang pada Oktober 2026. ChatGPT masih menjadi platform paling banyak digunakan.
Sebanyak 11 wakil Indonesia bertanding pada babak 32 besar Korea Open 2026, Rabu (4/11). Alwi Farhan dan Anthony Ginting siap beraksi.