Warga Lereng Merapi di Pakem dan Turi Belum Akan Diungsikan

Gunung Merapi difoto dari kawasan Kinahrejo, Cangkringan, Sleman, DIY, Rabu (18/11/2020). - ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
07 Januari 2021 14:57 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman menyiapkan 12 barak pengungsian di tiga wilayah yakni Cangkringan, Pakem, dan Turi. Hal tersebut dilakukan jika sewaktu-waktu skala ancaman Gunung Merapi mengalami perubahan.

Kepala BPBD Kabupaten Sleman Joko Supriyanto mengatakan jika 12 barak yang disiapkan oleh BPBD Sleman sendiri sudah dilakukan penyesuaian dengan standar penerapan protokol pencegahan penularan Covid-19. Termasuk, sarana dan prasarana pendukung di barak seperti kasur, selimut, maupun sanitasi.

"Kami punya 12 barak pengungsian. Sudah kami siapkan semua [barak pengungsian]. Sekat-sekat sudah kami siapkan juga untuk mendukung protokol pencegahan penularan Covid-19. Jadi, sewaktu-waktu jika skala ancaman Gunung Merapi meningkat sehingga pengungsi bertambah, barak sudah siap," ujar Joko Supriyanto saat diwawancarai di kompleks Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Kamis (7/1/2021).

Lebih lanjut, 12 barak yang disiapkan oleh BPBD Kabupaten Sleman di tiga wilayah yakni Kecamatan Cangkringan, Pakem, dan Turi diantaranya barak Gayam, Kiaran, Brayut, Plosokerep, Girikerto, Purwobinangun, Pondokrejo, Umbulmartani, dan Tirtomartani, PNPM di dekat balai desa Glagaharjo, dan Koripan, dan Pandanpuro. Barak yang dikelola oleh BPBD itu berada sekitar lebih dari 10 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

BACA JUGA: Peneliti: Penyintas Covid-19 Punya Kekebalan dari Reinfeksi

Disinggung mengenai upaya evakuasi, Joko menegaskan jika status Gunung Merapi yang berada pada siaga level III membuat pihaknya belum melakukan upaya evakuasi bagi warga yang berada di sisi barat daya Gunung Merapi, dalam hal ini wilayah Pakem dan Turi.

"Belum ada (evakuasi), karena sementara kan baru siaga level III. Sehingga hanya kelompok rentan yang dilakukan evakuasi yang berada di jarak bahaya Gunung Merapi yakni radius lima kilometer. Itupun hanya kelompok rentan, bukan semuanya," ungkapnya.

Adapun, di sisi barat sendiri wilayah yang paling dekat dari puncak Gunung Merapi sendiri berada di dusun Turgo, Purwobinangun, Pakem, Sleman. Jaraknya sendiri sekitar enam sampai dengan tujuh kilometer dari puncak Gunung Merapi.

"Yang terdekat itu Turgo enam sampai dengan tujuh kilometer. Warga sudah siap untuk melakukan upaya mitigasi bencana. Kami sudah melakukan upaya sosialisasi dan upaya edukasi melalui Destana maupun sekolah siaga bencana. Jadi, warga sudah paham betul jika Merapi erupsi," sambung Joko.

Satu dusun Turgo sendiri didiami sekitar 150 jiwa. Terlebih, di wilayah barat daya lereng Gunung Merapi yang masuk dalam wilayah kabupaten Sleman yakni Turi dan Pakem belum ada warga yang diungsikan.

"Daerah barat belum ada yang mengungsi. Karena kita juga belum minta mereka untuk mengungsi. Belum saatnya untuk mengungsi," imbuhnya.

Soal guguran awan panas yang sempat terjadi pada Kamis (7/1/2021) sekitar pukul 08.02 WIB dengan jarak luncuran ke arah Kali Krasak sejauh 200 meter juga dinilai Joko masih jauh dari permukiman warga yang berada di sisi barat daya.

"Tadi pagi ada awan panas ke arah barat tapi kan jaraknya hanya 200 meter. Bentangan masih jauh ya," tegasnya.