Suharwanta Tak Hadir saat Vaksinasi, Ini Penjelasan Pimpinan DPRD DIY

Ilustrasi - Freepik
14 Januari 2021 17:17 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Wakil Ketua DPRD DIY Suharwanta yang sudah masuk sebagai salah satu penerima vaksin Covid-19 pertama tidak hadir dalam Kick Off Vaksinasi yang digelar di Kompleks Kepatihan, Kamis (14/1/2021). Pimpinan DPRD DIY menyebut Suharwanta sakit.

Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana mengatakan Suharwanta tidak bisa hadir karena sakit seusai perjalanan.

BACA JUGA: Rekor Lagi, Positif Covid-19 Tambah 11.557 Orang dalam Sehari

“Jadi sama sekali tidak mangkir ya, karena Pak Harwanta sakit, habis perjalanan. Kami DPRD DIY menegaskan mendukung pelaksanaan vaksinasi Covid-19 ini,” katanya di DPRD DIY Kamis (14/1/2021).

Politikus PKS ini menambahkan sejak sepekan lalu DPRD DIY menyepakati Wakil Ketua DPRD DIY Suharwanta sebagai perwakilan untuk mendapatkan vaksin pertama karena dinilai telah memenuhi syarat dan segi usia dan lainnya. Data calon penerima vaksin kemudian dikirimkan ke pusat dan telah dikunci, sehingga tidak bisa digantikan oleh anggota DPRD DIY lainnya.

“Jadi siapa yang akan menerima vaksin, konfirmasinya dilakukan pekan lalu, dilaporkan ke Pusat, sudah dikunci, tidak bisa diganti. Misalnya saya langsung datang menggantikan, tidak bisa, sudah ditentukan sejak sepekan lalu. Pak Harwanta tidak hadir lalu saya menggantikan, tidak bisa. Karena memang yang datang harus yang sudah terdata,” ucapnya.

BACA JUGA: Diminta Suntik Vaksin di Istana Bareng Raffi Ahmad, Dokter Tirta Pilih di Sleman karena Alasan Ini

Ketua Fraksi PKB Aslam Ridlo memastikan di komisi maupun fraksi sama sekali tidak ada pembicaraan bahwa DPRD DIY menolak vaksinasi Covid-19. Semua anggota akan mengikuti program vaksinasi tersebut. “Kami mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan pemerintah pusat, mendukung vaksinasi,” katanya.

Aslam menilai belum adanya anggota DPRD DIY yang divaksin bisa diartikan sebagai simbol agar vaksin tersebut diberikan kepada pihak yang lebih memerlukan seperti tenaga kesehatan.

“Kami tidak ingin anggota DPRD, lalu harus didahulukan, tidak, kami tetap ingin memprioritaskan tenaga kesehatan, pelaku UMKM dan lainnya yang lebih membutuhkan. Sekali saya tegaskan tidak ada pembicaraan di DPRD DIY ini tidak mengikuti vaksinasi,” ucapnya.