Selama Pembatasan, Harga Pangan di Kulonprogo Turun

Pedagang Pasar Wates menunjukkan cabai rawit merah yang kini harganya mencapai Rp80.000 per kg, di Kompleks Pasar Wates, Kapanewon Wates, Kulonprogo, Jumat (8/1/2021). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
14 Januari 2021 14:27 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Harga sejumlah komoditas pangan di Kabupaten Kulonprogo menurun selama pemberlakuan Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM).

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kulonprogo, Iffah Mufidati, mengatakan berdasarkan hasil pemantauan di sejumlah pasar tradisional di Kulonprogo, harga cabai, daging ayam dan telur mengalami penurunan, meski tak terlalu signifikan.

Harga cabai rawit merah dari Rp80.000 per kg menjadi Rp75.000 per kg, masih cukup tinggi dibandingkan harga normal yaitu Rp69.000 per kg. Harga cabai merah saat ini berkisar Rp53.200 dari semula Rp 50.600 per kg.

Adapun daging ayam broiler sekarang sekitar Rp32.400 per kg atau turun Rp2.000 dari Rp34.600. Sementara telur ayam broiler dari Rp23.900 per kg kini dipatok Rp22.500 per kg. "Kalau harga beras masih stabil berkisar Rp8.000 sampai Rp9.00p per kg, itu untuk beras kualitas medium," kata Iffah, Kamis (14/1/2021).

Naik turunnya harga ini terkait dengan ketersediaan stok barang dan tingkat permintaan. Menurut Iffah, saat ini stok kebutuhan pokok di pasar masih mencukupi. Ia juga menyakini harga saat ini bakal tetap stabil setidaknya sampai beberapa pekan ke depan.

Masyarakat diimbau tidak perlu menimbun komoditas pangan secara berlebihan. "Tidak ada yang tidak tersedia di sejumlah pasar," ujarnya.

Sementara itu salah satu satu pedagang kebutuhan pokok di Pasar Wates, Rawi, mengatakan sejak pemberlakuan PTKM, permintaan konsumen terhadap kebutuhan pokok menurun. Imbasnya harga di pasaran ikut turun.

"Sejak PTKM diberlakukan harga komoditas di pasar memang turun, yang paling terlihat itu harga daging ayam dan telur, selebihnya masih stabil," ujarnya.