Dinkes Kota Jogja Membantah RS Rujukan Covid-19 Penuh

Foto ilustrasi. - Reuters
17 Januari 2021 19:17 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Otoritas Dinas Kesehatan Kota Jogja membantah rumah sakit rujukan Covid-19 di wilayah ini mayoritas penuh. Sebelumnya sebuah laporan kolaborasi enam media di Jogja yakni Harian Jogja, Kompas, Tirto.id, CNN Indonesia, IDN Times dan Gatra belum lama ini melaporkan sebanyak 23 dari 27 RS rujukan Covid-19 di DIY penuh sehingga menyebabkan antrean pasien di IGD.

Dinas Kesehatan Kota Jogja mengklaim di wilayah ini jumlah bed atau tempat tidur untuk pasien Covid-19 secara akumulatif relatif masih tersedia, meskipun tak semua pasien yang dirawat merupakan warga Kota Jogja

Kepala Dinkes Kota Jogja, Emma Rahmi mengatakan kapasitas RS Rujukan Covid-19 di Kota Jogja sebetulnya cukup untuk warga Kota Jogja. Menurut perhitungannya Sabtu (16/1/2021) malam, jumlah bed masih tersedia 32 bed.

"Sebetulnya kalau dihitung secara matematika itu, kapasitas RS Rujukan itu cukup buat warga Kota. Karena tadi malam saya hitung yang sekarang dirawat ada 154 [pasien]. Sementara kita punya 186 bed di RS Rujukan Covid-19," jelasnya pada Minggu (17/1/2021).

Dikatakannya dari 154 pasien, hanya sekitar 80 persen pasien yang merupakan warga Kota Jogja. Sisanya, 20 persen merupakan pasien rujukan dari luar Kota Jogja. "Yang dirawat rumah sakit [rujukam Covid-19] Kota itu warga Kota hanya 80 persen," jelasnya.

"154 [pasien] warga kita itu ada lebih kurang 20 persen dirujuk dari luar Kota. Tetapi rumah sakit itu tidak boleh menolak pasien dari mana pun, sehingga kelihatannya penuh tetapi sebetulnya yang memenuhi rumah sakit tidak hanya orang Kota saja," ungkapnya.

Selain itu Emma juga menambahkan jika proses keluar masuk pasien di rumah sakit rujukan berjalan dinamis, sedangkan laporan harus dilaporkan pukul 12.00 WIB. "Dinkes dapat laporan setelah pukul 16.00 WIB. Jadi bisa saja sekarang penuh tapi beberapa jam kemudian sudah ada yang pulang atau sembuh. Kalau sesuai laporan rumah sakit online di Kota bed isolasi Covid-19 belum pernah penuh," tegasnya.

Sebelumnya sejumlah media menghubungi 27 RS rujukan Covid-19 di DIY dan menemukan sebanyak 23 RS penuh dan menyebabkan sejumlah pasien Covid-19 mengantre di IGD. Adapun sebanyak dua RS mengaku hanya tersisa bed untuk pasien perempuan, satu RS tidak menjawab panggilan telepon dan satu RS mengaku masih tersisa enam bed namun khusus untuk pasien Covid-19 yang mengalami gangguan jiwa.

Laporan itu juga membeberkan, dokter di sejumlah rumah sakit di DIY telah mengakui akibat penuhnya kapasitas RS, sejumlah pasien mengantre di IGD hingga berhari-hari sembari menunggu bed di ruang perawatan ada yang kosong. Dalam masa tunggu itu sebagian pasien meninggal dunia karena tak sempat mendapat perawatan memadai seperti fasilitas ICU.