Potensi Bahaya Merapi Berubah, Begini Respons BPBD Sleman

Gunung Merapi mengeluarkan lava pijar yang terlihat dari Tunggularum, Wonokerto, Turi, Sleman, DIY, Rabu (7/1/2021). - ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
17 Januari 2021 07:27 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman menegaskan jika evakuasi bagi warga yang berpotensi terdampak bencana Gunung Merapi yang berada di sisi barat daya khususnya warga warga Pakem dan Turi belum akan dilakukan. Walaupun, BPPTKG sendiri telah merubah ancaman potensi maupun daerah bahaya Gunung Merapi ke sisi barat daya.

Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman Makwan mengatakan jika rencana menurunkan kelompok rentan juga belum akan dilakukan oleh BPBD Kabupaten Sleman.

BACA JUGA : Merapi Luncurkan Awan Panas Terjauh, Arah Erupsi Kini Berubah

"Kan masih lima kilometer [rekomendasi jarak aman dari BPPTKG]. Kalau menurunkan warga belum. Jaraknya kan masih di atas 6 Km. Cuma kami meningkatkan kewaspadaan sisi selatan dan barat daya. Jarak bahayanya kan masih sama di 5 kilometer," ujar Makwan saat dikonfirmasi pada Sabtu (16/1/2021).

Wilayah sisi barat daya maupun sisi selatan yang berpotensi terkena ancaman bahaya Gunung Merapi sebanyak tiga dusun. Diantaranya, dusun Tunggularum, desa Wonokerto, Turi, Sleman. Kemudian, dusun Ngandong Tritis, desa Girikerto, Turi, Sleman dan dusun Turgo, desa Purwobinangun, Pakem Sleman.

"Pendataan warga sudah kami lakukan dari dulu. Masih aman semua. Turgo itu jaraknya sekitar 6,5 kilometer dari puncak Gunung Merapi masih di luar 5 kilometer. Untuk Tunggularum jaraknya 7,5 kilometer. Kan masih mandali. Kecuali kalau nanti menjadi Awas [status Gunung Merapi]," terangnya.

Berdasarkan catatan dari BPBD Kabupaten Sleman, dusun Turgo sendiri dihuni sebanyak 182 kepala keluarga (KK) dengan 492 jiwa, dusun Ngandong Tritis 243 KK dengan 461 jiwa Tunggularum sebanyak 195 KK dengan 707 jiwa.

"Selama rekomendasinya masih lima kilometer ya kita patuhi. Kecuali misalnya BPPTKG rekomendasinya 6 KM, ya langsung budhal. Apalagis sekarang kan pandemi Covid-19 jadi harus hati-hati [terhadap upaya pengungsian]," terangnya.

BACA JUGA : Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran, Jarak Luncuran

Sementara itu, Camat Cangkringan Suparmono mengatakan jika pihaknya baru akan berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Sleman mengenai perubahan rekomendasi dari BPPTKG terkait dengan potensi maupun daerah bencana Gunung Merapi.

"Saya konsultasi dengan Pak Kepala BPBD Kabupaten Sleman terkait itu, nanti Pemda DIY juga akan rapat pada Selasa pekan depan. Tapi logika saya kan siaga level III kan masih. Intinya, kelompok rentan harus mengungsi lima km jarak amannya. Meskipun arah ancaman berubah tapi kalau teritori tetap lima km sepanjang rekomendasi seperti itu sebaiknya tetap mengungsi," katanya.