Hajatan FIFGROUP Sleman II Diserbu Pengunjung
Hajatan FIFGROUP Sleman II berlangsung meriah dengan berbagai promo menarik, mulai dari angsuran hemat hingga pembiayaan haji.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN- Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman dan RSUP dr Sardjito dalam waktu depat akan menambah jumlah bed untuk pasien Covid-19 non kritikal. Hal ini untuk menjawab persoalan semakin meningkatnya kasus baru Covid-19 di Slsman.
Kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo mengatakan ada sejumlah langkah yang akan dilakukan oleh Dinkes mengatasi masalah kapasitas tempat tidur bagi pasien Covid-19. Dinkes sebelumnya, sudah mengedarkan imbauan agar rumah-rumah sakit rujukan Covid-19 di Sleman untuk menambah kapasitas ruang isolasi, baik kritikal maupun non kritikal.
"RSUD Sleman dari sebelumnya hanya memiliki 22 kamar non kritikal dan satu kamar kritikal mulai besok pagi sudah bertambah menjadi 30 kamar non kritikal dan dua kamar kritikal. Untuk rumah sakit lainnya belum ada update," katanya kepada Harianjogja.com, Minggu (17/1/2021).
Untuk mematangkan rencana penambahan bed tersebut, katanya, Dinkes Sleman pada Selasa (19/1/2021) mendatang akan menggelar rapat koordinasi dengan semua pimpinan rumah sakit se-Sleman.
Selain itu, Dinkes juga akan mendorong percepatan pengoperasian rumah sakit lapangan darurat Covid yang rencananya akan dibangun di Kapanewon Moyudan.
RS darurat yang akan dibangun ini berbeda konsep dengan Fasilitas Kesehatan Darurat Covid-19 yang berada di Asrama Haji, Rusunawa Gemawang dan Asrama UNISA yang tetap dijadikan shelter bagi pasien konfirm asimtomatis dan gejala ringan. Sebab, katanya, RS Darurat yang akan dibangun prinsipnya seperti RS kelas D yang dapat melakukan persalinan dengan Covid, normal maupun dengan penyulit lainnya.
"Rumah sakit lapangan darurat Covid-19 ini, khusus menangani persalinan dengan Covid. Itu recananya dan masih tahap pematangan terutama terkait pembiayaan," kata Joko.
Selain kedua langkah di atas, Dinkes Sleman juga mendorong beberapa Puskesmas PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Dasar) untuk mengalokasikan bed bagi persalinan ibu hamil dengan Covid-19. Dari 25 Puskesmas di Sleman, jelas Joko, yang berstatus Puskesmas PONED dengan fasilitas rawat inap hanya 10. "Jadi kami meminta Puskesmas yang 10 itu untuk mengalokasikan minimal satu bed utk persalinan dengan Covid," ujar Joko.
Selain masalah pembiayaan, hal yang paling pelik yang sampai saat ini dihadapi adalah masalah sumber daya manusianya. Meskipun begitu, Dinkes berupaya untuk tetap mencari jalan keluar menghadapi persoalan SDM ini. "Kami akan berdayakan CPNS yang baru bergabung. Sebetulnya kami dapat alokasi CPNS 137 orang. Tetapi yang bisa langsung diberdayakan sesuai profesi, dokter umum (22 orang), bidan (21 orang), perawat (17 orang), analis lab (11 orang) dan sanitarian (4 orang)," papar Joko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hajatan FIFGROUP Sleman II berlangsung meriah dengan berbagai promo menarik, mulai dari angsuran hemat hingga pembiayaan haji.
Andrea Dovizioso menilai Marc Marquez belum tampil segarang musim-musim sebelumnya karena masih beradaptasi usai cedera di MotoGP 2026.
Kemensos menyalurkan bantuan Rp4,52 miliar untuk korban gempa M 7,7 di NTT. Sebanyak 38 orang meninggal dan sekitar 2.000 warga terdampak.
Bayam, asparagus hingga jamur mengandung purin yang perlu dibatasi penderita asam urat. Simak daftar lengkap dan tips mengonsumsinya.
Komisi Eropa menyetujui penjualan 51% saham Everlence milik Volkswagen kepada Bain Capital dalam transaksi senilai €7,4 miliar
Film Istimewa, drama keluarga yang terinspirasi dari kisah nyata enam anak penyandang disabilitas, menggelar special screening di Empire XXI Cinema Yogyakarta,