Hujan Deras, Tebing Setinggi Tujuh Meter di Gunungkidul Longsor

Ilustrasi longsor. - ANTARA FOTO/Indra
20 Januari 2021 18:07 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Hujan deras yang terjadi sejak Selasa (19/1/2021) malam mengakibatkan longsor di Dusun Ngrancah, Pengkok, Patuk. Untuk membersihkan material longsoran warga melakukan kerja bakti.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan, hujan deras yang mengguyur wilayah Patuk mengakibatkan tebing setinggi tujuh meter longsor. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini karena material longsor hanya sampai di perkarangan warga. “Nihil korban, tapi kerugian ditaksir mencapai Rp750.000,” katanya kepada wartawan, Rabu (20/1/2021).

Untuk membersihkan di area longsor, warga setempat juga sudah melakukan kerja bakti. “Sudah ditangani oleh warga bersama-sama dengan relawan dan bantuan dari aparat kepolisian maupun TNI,” katanya.

BACA JUGA: Ustaz Yusuf Mansur Mau Jodohkan Wirda dengan Putra Syekh Ali Jaber

Ia berharap kepada masyarakat untuk waspada potensi bencana. Pasalnya, saat sekarang ini memasuki puncak musim hujan sehingga kerawanan bencana semakin tinggi. Menurut dia, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan warga guna mengurangi dampak terjadinya bencana.

Sebagai contoh, lanjut Edy, masyarakat bisa melakukan kegiatan bersih-bersih di lingkungan rumah seperti memastikan saluran air lancar hingga memangkas dahan pohon yang telah rindang. Antisipasi ini untuk mengurangi potensi banjir maupun pohon tumbang yang disebabkan oleh embusan angin kencang. “Untuk yang di daerah rawan longsor harus waspada. Saat terjadi hujan deras dengan intesitas yang lama sebaiknya mengungsi ke tempat yang lebih aman,” katanya.

Selain tebing longsor di Patuk, hujan deras juga mengakibatkan talut sepanjang tujuh meter di Kalurahan Balong, Girisubo ambrol. Panewu Anom Girisubo, Arif Yahya membenarkan adanya talut ambrol di Kalurahan Balong. Menurut dia, kejadian ini terjadi pada Selasa petang dan diakibatkan karena hujan deras yang terus mengguyur. “Jalannya masih bisa dilalui karena kerusakan masih di sekitar talut,” katanya.

Berdasarkan keterangan dari pamong kalurahan, lanjut Arif, talut abrol disebabkan karena luweng di sekitar lokasi tersumbat sehingga tidak bisa menyerap air hujan dengan baik. Akiatnya terjadi luapan hingga air menggerus area talut jalan.