3 Ruas Jalan di Gunungkidul Segera Diperbaiki, Anggaran Rp5 Miliar
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp5 miliar untuk memperbaiki tiga ruas jalan pada 2026. Dua proyek sudah memasuki tahap kontrak.
Ilustrasi longsor./ANTARA FOTO-Indra
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Hujan deras yang terjadi sejak Selasa (19/1/2021) malam mengakibatkan longsor di Dusun Ngrancah, Pengkok, Patuk. Untuk membersihkan material longsoran warga melakukan kerja bakti.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan, hujan deras yang mengguyur wilayah Patuk mengakibatkan tebing setinggi tujuh meter longsor. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini karena material longsor hanya sampai di perkarangan warga. “Nihil korban, tapi kerugian ditaksir mencapai Rp750.000,” katanya kepada wartawan, Rabu (20/1/2021).
Untuk membersihkan di area longsor, warga setempat juga sudah melakukan kerja bakti. “Sudah ditangani oleh warga bersama-sama dengan relawan dan bantuan dari aparat kepolisian maupun TNI,” katanya.
BACA JUGA: Ustaz Yusuf Mansur Mau Jodohkan Wirda dengan Putra Syekh Ali Jaber
Ia berharap kepada masyarakat untuk waspada potensi bencana. Pasalnya, saat sekarang ini memasuki puncak musim hujan sehingga kerawanan bencana semakin tinggi. Menurut dia, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan warga guna mengurangi dampak terjadinya bencana.
Sebagai contoh, lanjut Edy, masyarakat bisa melakukan kegiatan bersih-bersih di lingkungan rumah seperti memastikan saluran air lancar hingga memangkas dahan pohon yang telah rindang. Antisipasi ini untuk mengurangi potensi banjir maupun pohon tumbang yang disebabkan oleh embusan angin kencang. “Untuk yang di daerah rawan longsor harus waspada. Saat terjadi hujan deras dengan intesitas yang lama sebaiknya mengungsi ke tempat yang lebih aman,” katanya.
Selain tebing longsor di Patuk, hujan deras juga mengakibatkan talut sepanjang tujuh meter di Kalurahan Balong, Girisubo ambrol. Panewu Anom Girisubo, Arif Yahya membenarkan adanya talut ambrol di Kalurahan Balong. Menurut dia, kejadian ini terjadi pada Selasa petang dan diakibatkan karena hujan deras yang terus mengguyur. “Jalannya masih bisa dilalui karena kerusakan masih di sekitar talut,” katanya.
Berdasarkan keterangan dari pamong kalurahan, lanjut Arif, talut abrol disebabkan karena luweng di sekitar lokasi tersumbat sehingga tidak bisa menyerap air hujan dengan baik. Akiatnya terjadi luapan hingga air menggerus area talut jalan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp5 miliar untuk memperbaiki tiga ruas jalan pada 2026. Dua proyek sudah memasuki tahap kontrak.
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Sleman kembali membuka layanan SIM Keliling.
Polres Gunungkidul kembali membuka layanan SIM Keliling pada hari ini.
30 Juli: Hari Ikrar Pramuka, Hari Persahabatan Sedunia, Hari Anti Perdagangan Manusia, dan Hari Snorkeling. Simak sejarah dan makna peringatan ini!
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa