Masyarakat Diminta Patuhi Prokes saat Menikmati Fenomena Lava Pijar

Gunung Merapi mengeluarkan lava pijar yang terlihat dari Tunggularum, Wonokerto, Turi, Sleman, DIY, Rabu (7/1/2021). - ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
21 Januari 2021 07:07 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman tidak melarang upaya warga maupun wisatawan yang ingin menikmati fenomena lava pijar yang dikeluarkan oleh Gunung Merapi. Asalkan, tetap melaksanakan protokol pencegahan penularan Covid-19. Pasalnya, pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) masih berlangsung hingga 25 Januari 2021.

Kepala BPBD Kabupaten Sleman Joko Supriyanto mengatakan jika pihaknya tidak melarang kegiatan menonton lava pijar baik oleh warga maupun wisatawan. Terlebih, jarak luncuran material Gunung Merapi berupa awan panas guguran juga maksimal sementara sejauh 1,8 kilometer.

"Sebetulnya kalau melihat lava pijar itu nggak apa apa. Aman-aman saja karena jarak luncuran material Gunung Merapi juga maksimal sementara sejauh 1,8 kilometer. Namun, karena sekarang ada PPKM, ini yang harus kita jaga, jangan sampai ada kerumunan," ujar Joko saat dikonfirmasi pada Rabu (20/1/2021).

Baca juga: Listyo Sigit Jadi kapolri karena Orang dekat Jokowi? Begini Klaim Istana

Lebih lanjut, Joko juga mengimbau agar warga maupun wisatawan yang menikmati lava pijar berada di jarak aman yang sudah direkomendasikan oleh BPPTKG, yakni radius lima kilometer dari puncak Gunung Merapi.

"Dikarenakan ada PPKM akhirnya membuat warga maupun wisatawan tidak bebas dalam menikmati fenomena lava pijar di lereng Gunung Merapi dikarenakan masyarakat harus menjaga jarak dan selalu mematuhi protokol pencegahan penularan Covid-19," sambung Joko.

Kepala Seksi Gunung Merapi BPPTKG Agus Budi Santoso mengatakan jika fenomena lava pijar memang tidak ayal menarik perhatian masyarakat. Oleh karena itu, dalam menikmati lava pijar pihaknya mengimbau agar masyarakat berada di jarak aman yang sudah ditentukan oleh BPPTKG.

Baca juga: Hampir Setiap Hari Terjadi, Ada Peningkatan Aktivitas Gempa di Januari 2021

"Ini [lava pijar] merupakan fenomena yang luar biasa dan sayang untuk dilewatkan. Lava pijar saat ini menjadi daya tarik wisata khususnya para penggemar fotografi. Masyarakat dan wisatawan kami imbau agar menjauhi wilayah bahaya yang sudah ditetapkan," pungkasnya.