Penambahan Kasus Harian Covid-19 di Kulonprogo Pecah Rekor Capai 74 Kasus

Ilustrasi. - Freepik
21 Januari 2021 21:17 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Penambahan kasus harian Covid-19 di Kabupaten Kulonprogo pada Kamis (21/1/2021) mencapai 76 kasus. Jumlah ini memecahkan rekor kasus harian selama pandemi melanda Bumi Binangun.

"Hari ini kasus tertinggi selama pandemi di Kulonprogo yaitu 74 kasus, adapun untuk kesembuhan satu orang, selesai isolasi 13 orang, satu kasus meninggal dalam kondisi konfirmasi positif dan satu lagi meninggal probable," terang Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo kepada awak media Kamis sore.

BACA JUGA: Ini Penyebab RS di Sleman Tak Bisa Maksimal Tambah Bed untuk Pasien Covid-19

Baning mengungkapkan total kasus Covid-19 sepanjang Januari 2021 menjadi yang terbanyak dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Tercatat hingga hari ini sudah ada 690 warga Kulonprogo yang terinfeksi Covid-19. Jauh lebih tinggi dari Desember 2020 lalu, yang tercatat sebanyak 536 kasus.

Di bulan ini juga, penambahan kasus harian jauh lebih tinggi dari sebelumnya, yaitu di kisaran 35 kasus. "Polanya dari tiap minggu itu fluktuatif, namun rata-rata angkanya 35 kasus baru," ujar Baning.

Dijelaskan, dari total 616 kasus sepanjang Januari 2021, sebanyak 74 persen merupakan penderita dengan usia produktif. Kemudian anak di bawah 18 tahun sebesar 12 persen dan lansia 15 persen. Sebagian besar penderita itu tertular dari kasus sebelumnya di Kulonprogo.

"Nah dari kasus 2021 ini ternyata 54 persen itu kontak erat kasus di Kulonprogo baik di kantor maupun keluarga. Sedangkan yang diketahui positif dari ikut test mandiri ada 11 persen dan kurang lebih 25 persen, masih dalam penelusuran atau belum diketahui penyebabnya," jelasnya.

Seluruh kasus baru pada Januari ini tersebar di 12 kapanewon. Adapun lima kalurahan dengan kasus tertinggi adalah Wates, sebanyak 29 kasus; Banjararum, Kalibawang, 21 kasus; Sukoreno, Sentolo, 19 kasus; Hargorejo, Kokap, 18 kasus dan Palihan, Temon, 17 kasus.

"Kemudian kalau kita lihat sampel di Januari ini kita sudah kirim 1.453 sampai kemarin. Hasilnya ada 597 positif atau 36,6 persen. Ini tinggi karena yang diswab itu kontak erat bergejala sesuai pedoman Kemenkes," terangnya.

Menurut Baning lonjakan kasus bulan ini tak lepas dari masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pelaksanaan protokol kesehatan (prokes). Banyak masyarakat yang hanya menjalankan prokes saat di luar rumah, sementara di dalam rumah hal itu diabaikan. Padahal lanjut Baning prokes harus tetap dijalankan tanpa melihat lokasi.

"Prokes juga harus dilakukan di rumah," ujarnya.

Di samping itu, lonjakan ini juga terkait dengan pelaksanaan isolasi mandiri yang tidak benar. Sebab pihaknya menemukan ada penderita yang tetap kontak dengan keluarga saat menjalani isolasi di rumah.

"Ada yang tetep kontak dengan keluarganya jadi menular ke seluruh anggota keluarga," ucap Baning.