Krisis Air Bersih Melanda 17 Kapanewon Gunungkidul, 5.100 Tangki Disiapkan
Gunungkidul mendapat tambahan anggaran untuk 5.100 tangki air bersih. Bantuan disalurkan hingga November karena krisis air masih terjadi.
Ketua DPRD Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih saat menjalani proses vaksinasi Corona di RSUD Wonosari, Kamis (28/1/2021)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul secara resmi memulai vaksinasi Corona di RSUD Wonosari, Kamis (28/1/2021). Rencananya, vaksinasi dilakukan dalam empat tahap. Pada tahap awal, vaksin diberikan kepada sepuluh tokoh masyarakat dan ribuan tenaga kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty, mengatakan pemberian vaksin Covid-19 perdana dilaksanakan di ruangan amarilis RSUD Wonosari. Menurut dia, sepuluh tokoh masyarakat yang terdiri dari Kapolres Gunungkidul, Dandim 0730/GK, Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, panewu hingga tokoh agama, mendapat suntikan vaksin. “Saya termasuk yang menerima vaksin perdana. Selain itu, ada 13 perwakilan dari organisasi kesehatan di Gunungkidul ikut divaksin,” kata Dewi.
Menurut dia, Sekretaris Daerah Gunungkidul Drajad Ruswandono dan Kapolres Gunungkidul AKBP Agus Setiyawan sempat tidak memenuhi syarat karena tensi darah tinggi. “Untuk yang divaksin harus benar-benar memenuhi syarat. Misal ada tekanan darah naik, diminta istirahat dulu, setelah kondisinya normal baru bisa disuntik vaksin,” katanya.
Menurut dia, vaksin perdana di RSUD Wonosari dilakukan secara online. Partispasi dari tokoh masyarakat ini diharapkan dapat memberikan motivasi kepada masyarakat agar mau menerima vaksin Corona. “Kami sudah menyiapkan 80 petugas yang sudah melalui pelatihan vaksinasi. Kami targetkan pada tahap awal ini vaksinasi selesai di akhir Februari,” ungkapnya.
Setelah pelaksanaan simbolis ini, Pemkab Gunungkidul akan memulai vaksinasi tahap pertama di 30 puskesmas, tujuh rumah sakit, dan dua klinik kesehatan.
Bupati Gunungkidul Badingah mengatakan pemberian vaksin di Gunungkidul terbagi dalam empat tahap. Di tahap awal, vaksin diberikan kepada tenaga kesehatan sejumlah 3.004 petugas. Adapun tahap selanjutnya, sasaran vaksin adalah petugas pelayanan publik dan kelompok masyarakat rentan. Sasaran terakhir adalah masyarakat dengan pendekatan kluster. “Mudah-mudahan semua berjalan dengan lancar dan upaya penangulangan virus corona bisa dilakukan secara optimal,” katanya.
Badingah pun meminta kepada masyarakat untuk tidak mengkhawatirkan kualitas vaksin yang diberikan. Pasalnya, vaksin sudah memiliki ijin darurat dari BPOM dan sertifikasi halal dari MUI. “Meski ada vaksin, saya juga berharap kepada masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan,” katanya.
Ketua DPRD Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan sejak awal sudah siap untuk divaksin. Menurut dia, vaksinasi berlangsung cepat dan tidak ada rasa sakit sama sekali. “Saya dukung proses vaksinasi ini untuk upaya penanggulangan penyebaran virus corona,” kata Endah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul mendapat tambahan anggaran untuk 5.100 tangki air bersih. Bantuan disalurkan hingga November karena krisis air masih terjadi.
Arsenal menang 4-2 atas Ipswich Town di Piala Liga Inggris. Max Dowman mencetak dua gol dan Arsenal lolos ke putaran keempat.
Hari Ozon Sedunia diperingati 16 September. Simak sejarah, tema 2026, fungsi lapisan ozon, dan alasan perlindungannya penting.
Lowongan magang DPR RI 2026 tersedia di SMART. Cek posisi, batas pendaftaran, syarat dokumen, dan cara daftar secara online.
New York mempertimbangkan larangan YouTube di sekolah untuk mengurangi ketergantungan siswa pada gawai dan teknologi digital.
Jadwal Moto3 Austria 2026 di Red Bull Ring, termasuk sesi latihan, kualifikasi, dan balapan Veda Ega Pratama.