Atap Sekolah di Gunungkidul Ambrol Timpa Penjaga SLB yang Sedang Tiduran

Ilustrasi - Pixabay
29 Januari 2021 17:17 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Atap ruangan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) di Sekolah Luar Biasa (SLB) Purwoharjo, Dusun Ploso, Kalurahan Giritirto, Purwosari, Gunungkidul, ambrol pada Kamis (28/1/2021) sekitar pukul 21.00 WIB. Salah seorang penjaga sekolah, Dedi Rahmadi, mengalami luka ringan karena tertimpa material atap yang ambrol.

Kepada wartawan, Dedi mengatakan, saat peristiwa terjadi sedang tiduran di lantai gudang. Ia mengaku tidak bisa mengindar karena kejadian berlangsung secara cepat. Akiabtnya, Dedi tertimpa material asbes yang ambrol hingga luka ringan di bagian pelipis kanan.

BACA JUGA: Merapi Berpotensi Erupsi Eksplosif, Ini Pernyataan BPPTKG

“Saya sedang tiduran, tiba-tiba terdengar suara dari atap dan langsung ambrol. Beruntung tidak terjadi apa-apa karena hanya mengalami luka ringan di bagian pelipis,” katanya, Jumat (29/1/2021).

Dedi merasa beruntung karena tidak jauh dari tempatnya tiduran ada puing-puing kayu berbentuk balok jatuh di lantai. “Alhamdulillah saya masih selamat,” katanya.

Kepala SLB Purworaharjo, Rujiyanta, mengatakan bangunan yang atapnya ambrol memiliki luas 80 meter persegi. Ruangan tersebut dulunya mejadi ruang kelas, tapi setelah ada gedung baru dijadikan untuk ruangan UKS dan sebagian difungsikan untuk ruang keterampilan. “Sudah tidak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar,” katanya.

BACA JUGA: Semua Pasien Covid-19 Bantul Diklaim Tertangani Rumah Sakit

Menurut dia, gudang ini dibangun 2010 lalu. Atap diduga ambrol karena kayu peyangga atap yang rusak akibat air hujan. “Sudah sering ganti genteng. Sedangan di bagian kerpus ada yang bocor hingga menyebabkan kayu jadi keropos hingga akhirnya ambrol,” ungkapnya.

Kepala Dinas Sosial Gunungkidul Siwi Iriyanti mengaku sudah mendengar adanya atap di ruangan SLB di Purwosari yang ambrol. Pemkab juga sudah melakukan peninjauan ke sekolah tersebut. “Kami sudah melihat kondisi sekolah. Total ada 54 siswa di SLB itu,” katanya.

Siwi mengakui pada saat melakukan kunjungan juga memberikan sejumlah bantuan seperti beras, gula pasir, susu, minyak goring hingga seragam sekolah. “Kami juga memberikan masker dan sarung untuk sekolahan tersebut,” katanya.