Kemarau, Kasus Kebakaran Lahan di Gunungkidul Melonjak
Kasus kebakaran lahan di Gunungkidul meningkat menjadi 15 kasus selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan.
Ilustrasi/Pixabay
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Atap ruangan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) di Sekolah Luar Biasa (SLB) Purwoharjo, Dusun Ploso, Kalurahan Giritirto, Purwosari, Gunungkidul, ambrol pada Kamis (28/1/2021) sekitar pukul 21.00 WIB. Salah seorang penjaga sekolah, Dedi Rahmadi, mengalami luka ringan karena tertimpa material atap yang ambrol.
Kepada wartawan, Dedi mengatakan, saat peristiwa terjadi sedang tiduran di lantai gudang. Ia mengaku tidak bisa mengindar karena kejadian berlangsung secara cepat. Akiabtnya, Dedi tertimpa material asbes yang ambrol hingga luka ringan di bagian pelipis kanan.
BACA JUGA: Merapi Berpotensi Erupsi Eksplosif, Ini Pernyataan BPPTKG
“Saya sedang tiduran, tiba-tiba terdengar suara dari atap dan langsung ambrol. Beruntung tidak terjadi apa-apa karena hanya mengalami luka ringan di bagian pelipis,” katanya, Jumat (29/1/2021).
Dedi merasa beruntung karena tidak jauh dari tempatnya tiduran ada puing-puing kayu berbentuk balok jatuh di lantai. “Alhamdulillah saya masih selamat,” katanya.
Kepala SLB Purworaharjo, Rujiyanta, mengatakan bangunan yang atapnya ambrol memiliki luas 80 meter persegi. Ruangan tersebut dulunya mejadi ruang kelas, tapi setelah ada gedung baru dijadikan untuk ruangan UKS dan sebagian difungsikan untuk ruang keterampilan. “Sudah tidak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar,” katanya.
BACA JUGA: Semua Pasien Covid-19 Bantul Diklaim Tertangani Rumah Sakit
Menurut dia, gudang ini dibangun 2010 lalu. Atap diduga ambrol karena kayu peyangga atap yang rusak akibat air hujan. “Sudah sering ganti genteng. Sedangan di bagian kerpus ada yang bocor hingga menyebabkan kayu jadi keropos hingga akhirnya ambrol,” ungkapnya.
Kepala Dinas Sosial Gunungkidul Siwi Iriyanti mengaku sudah mendengar adanya atap di ruangan SLB di Purwosari yang ambrol. Pemkab juga sudah melakukan peninjauan ke sekolah tersebut. “Kami sudah melihat kondisi sekolah. Total ada 54 siswa di SLB itu,” katanya.
Siwi mengakui pada saat melakukan kunjungan juga memberikan sejumlah bantuan seperti beras, gula pasir, susu, minyak goring hingga seragam sekolah. “Kami juga memberikan masker dan sarung untuk sekolahan tersebut,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kebakaran lahan di Gunungkidul meningkat menjadi 15 kasus selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan.
DPKP DIY menyiapkan strategi menghadapi musim kemarau, mulai dari varietas padi tahan kekeringan hingga optimalisasi irigasi dan pompa air.
Bank Sampah Berlian 08 di Jogja memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan bakar pirolisis sampah plastik residu sehingga proses lebih cepat dan hemat.
Jadwal imsak, Subuh, dan Maghrib di DIY pada Kamis 30 Juli 2026 untuk puasa sunnah Kamis. Cek waktu sahur dan berbuka di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 30 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak 12 perjalanan dan tarif Commuter Line Rp8.000.
KPK mendalami penukaran 46.500 dolar Singapura yang diduga disiapkan Suhardiman Amby untuk Raja Juli Antoni dalam penyidikan kasus Kuansing.