Merapi Berpotensi Erupsi Eksplosif, Ini Pernyataan BPPTKG

Dampak erupsi Merapi. - Istimewa/BPPTKG
29 Januari 2021 13:47 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebut Gunung Merapi berpotensi erupsi eksplosif.

“Erupsi eksplosif masih mungkin terjadi di Gunung Merapi. Potensi bahaya erupsi eksplosif ini berupa lontaran material vulkanik dalam radius 3 km dari puncak," kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida, Jumat (29/1/2021).

BACA JUGA: 2 Tahun Menanti, Ratusan PPPK Bantul Akhirnya Dapat SK & Hak Seperti PNS

Hanik mengimbau masyarakat tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya tersebut mengingat awan panas guguran dan lahar dapat muncul sewaktu-waktu.

“BPPTKG terus memantau aktivitas Gunung Merapi. Jika terjadi perubahan yang signifikan, status aktivitas Gunung Merapi akan segera kami tinjau kembali,” kata dia

BPPTKG menyatakan sejak memasuki masa erupsi efusif pada 4 Januari 2021 lalu, hingga saat ini aktivitas Gunung Merapi terhitung masih tinggi.  Hal ini ditunjukkan dengan awan panas guguran sejak 7 Januari 2021. Bahkan, pada Rabu (27/1/2021), awan panas guguran mencapai 52 kali. Jarak luncur awan panas diperkirakan sejauh tiga kilometer dari puncak Merapi ke arah hulu Kali Boyong dan Krasak.

BACA JUGA: Status dari Whatsapp Jadi Trending Topic, Warganet: Berarti Whatsapp Nyimpen Nomorku

Hanik mengatakan BPPTKG menerbangkan drone untuk mengambil foto udara di alur Kali Boyong. "Hasil foto udara menunjukkan jarak luncur awan panas pada 27 Januari 2021 mencapai 3,5 km untuk jarak miring atau 3,2 km jika dihitung jarak horizontal," ujar Hanik.

Jarak luncur awan panas guguran masih dalam radius rekomendasi jarak bahaya yang telah ditetapkan, yaitu maksimum 5 km dari puncak Gunung Merapi.

Hanik menyebut daerah yang berpotensi bahaya awan panas guguran dan guguran lava adalah alur Kali Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal lima kilometer.