Fenomena Pasien Sembuh Kembali Terpapar Covid-19 Terjadi di Bantul

Ilustrasi. - Freepik
30 Januari 2021 14:27 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Fenomena seseorang pasien Covid-19 yang telah dinyatakan sembuh kembali terpapar (reinfeksi) Covid-19 di Bantul di salah satu kapanewon di Bantul telah terjadi akhir Desember lalu. Hal ini menjadi sebuah keprihatinan tersendiri, utamanya bagi Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bantul.

Sebab, dengan adanya temuan ada beberapa warga yang sempat terpapar Covid-19, dirawat dan dinyatakan sembuh, terus kembali terpapar Covid-19, menandakan jika tidak ada jaminan jika seseorang yang telah terinfeksi Covid-19, tidak akan kembali terinfeksi.

BACA JUGA : Kasus Positif Covid-19 di Bantul Alami Tren Peningkatan

“Jadi tidak ada jaminan, jika seseorang sempat positif tidak akan terkonfirmasi lagi. Memang secara paparan jauh lebih kecil. Tapi, jika dia punya komorbid [penyakit penyerta], yang bersangkutan akan lebih berat untuk ditangani,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso, Jumat (29/1/2021).

Oleh karena itu, Oki-panggilan akrab Sri Wahyu Joko Santosa, pihaknya meminta kepada segenap warga Bantul untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

“Sebab, tidak ada cara lain. Sekalipun pernah terpapar, masih berkemungkinan kembali terpapar, jika tidak menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” ungkap Oki.

Selain itu, pria yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Bantul ini mengungkapkan, meski seseorang sudah mendapatkan vaksin Covid-19, bukan berarti tidak mungkin terkena Covid-19. Bisa saja, seseorang yang telah divaksin dinyatakan positif Covid-19.

“Intinya penerapan protokol kesehatan harus dijalankan. Pola hidup sehari-hari harus terus dijaga, yakni dengan penerapkan pola hidup sehat dan bersih. Selain itu, sebisa mungkin hindari keluar masuk wilayah zona tinggi (Covid-19), karane kemungkinan terinfeksi tinggi,” ucap Oki.