1 Sukarelawan Merapi Dinyatakan Positif Covid-19, BPBD: Kami Gunakan Warga Sekitar

Ilustrasi. - Freepik
30 Januari 2021 15:57 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman menyatakan relawan yang dipilih untuk bertugas di barak pengungsian Purwobinangun berasal dari wilayah Turgo, Purwobinangun, Pakem, Sleman. Hal tersebut menyusul ditemukannya sukarelawan yang positif pasca dilakukan uji swab antigen.

Kepala BPBD Kabupaten Sleman Joko Supriyanto menyatakan jika pemilihan sukarelawan diprioritaskan yang berasal dari wilayah Turgo, Purwobinangun, Pakem, Sleman. Terlebih, wilayah Turgo masih kategori hijau penularan Covid-19.

BACA JUGA : Pengungsi Merapi Didominasi Warga Menghuni Dekat Kali Boyong

"Kami mempergunakan sukarelawan yang berasal dari wilayah itu [Turgo, Purwobinangun, Pakem, Sleman]. Bukan dari wilayah luar untuk membatasi mobilisasi orang dari luar yang kemungkinan sudah terpapar Covid-19," ujar Joko saat diwawancarai di Kompleks Sekretariat Daerah Pemkab Sleman, Tridadi, Sleman, Jumat, (29/1/2021).

Lebih lanjut, untuk mengantisipasi terjadinya penularan Covid-19 di barak pengungsian, Joko menegaskan jika upaya uji swab antigen akan dilakukan secara berkala kepada sukarelawan maupun petugas yang bertugas di barak pengungsian Purwobinangun, Pakem, Sleman.

"Oh iya pasti akan ada tes berkala. Kira-kira dua minggu lagi akan kita tes [swab antigen] lagi. Ini untuk antisipasi penularan Covid-19 di barak pengungsian Purwobinangun," katanya.

Mekanisme bagi siapa saja yang ingin masuk ke barak pengungsian juga tidak mudah. Di pintu masuk menuju ke barak pengungsian terdapat petugas yang menjaga. Mereka bertugas untuk menanyakan tujuan bagi siapapun yang akan masuk ke barak pengungsian. Jika tidak berkepentingan, tamu akan dipersilahkan untuk meninggalkan barak pengungsian.

BACA JUGA : Ternak Milik Pengungsi Merapi Turut Dievakuasi

"Di sana [barak pengungsian Purwobinangun] kan sudah dikasih tempat cuci tangan dan infrastruktur pendukung protokol Covid-19. Tamu tidak bisa masuk ke barak seenaknya. Jadi tidak sembarang orang yang bisa masuk," terangnya.

Adapun, Joko menambahkan jika uji swab antigen kepada pengungsi belum urgen untuk dilakukan. Asumsinya, wilayah Turgo masuk kategori hijau penularan Covid-19. Oleh karena itu, uji swab kepada pengungsi belum akan dilakukan dalam waktu dekat. "Yo nggak, wong rapopo. Ngapain di-swab antigen," katanya.

1 Sukarelawan Positif

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Joko Hastaryo mengatakan jika satu sukarelawan yang diketahui positif Covid-19 setelah dilakukan uji swab antigen. Akan tetapi, hasil uji swab PCR lanjutan belum keluar. "Yang positif antigen satu orang tapi hasil PCR belum keluar," terangnya.

Joko Hastaryo mengatakan sukarelawan yang diketahui positif setelah dilakukan uji swab antigen pada Kamis (28/1/2021) lalu merupakan relawan yang berasal dari Purwobinangun, Pakem, Sleman. "Iya betul, relawan dari Purwobinangun, Pakem, Sleman. Isolasi mandiri dilakukan di rumah," terangnya.

BACA JUGA : Gejolak Merapi Meningkat, 2 Barak di Pakem Disiapkan untuk Pengungsi

Sebanyak 68 sukarelawan maupun petugas yang bertugas di barak pengungsian Purwobinangun, Pakem, Sleman, sebelumnya dicek kesehatannya dengan uji swab antigen di balai desa Purwobinangun, Pakem, Sleman, Kamis (28/1/2021).

Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman Makwan mengatakan jika upaya swab antigen dilakukan sebagai upaya antisipasi terjadinya penularan Covid-19 di barak pengungsian Purwobinangun.

"Kami ingin memastikan tidak ada penularan Covid-19 di barak pengungsian Purwobinangun, karena Turgo ini kan masuk kategori zona hijau. Maka, ketika kita mulai proses evakuasi kami ingin pastikan tidak ada warga yang terpapar Covid-19," ujar Makwan.