Nelayan Gunungkidul Dilatih Sertifikasi SKN, Keselamatan Jadi Fokus Utama
Nelayan Gunungkidul mendapat pelatihan SKN, pembekalan BPJS Ketenagakerjaan, serta pemberdayaan ekonomi bagi istri nelayan.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Kurang dari sepekan, tiga warga di Gunungkidul meninggal akibat kesetrum. Masyarakat pun diminta untuk berhati-hati saat beraktivitas di dalam maupaun di luar rumah.
Kasubag Humas Polres Gunungkidul, Iptu Suryanto mengatakan, pihaknya mendata ada tiga warga yang meninggal akibat kesetrum. Kasus pertama menimpa Diyarjo,80, kakek asal Kalurahan Natah, Nglipar meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik pada Rabu (27/1/2021).
Tiga hari berselang, atau tepatnya Sabtu (30/1/2021), sepasang suami istri Nur Kawan-Sri Andriyanti asal Kalurahan Banaran meninggal dunia karena kesetrum di sela-sela kegiatan membuat kanopi menggunakan las listrik.
Baca juga: Bocah 13 Tahun yang Tabrak 6 Pengendara Motor di Ringroad Timur Ditetapkan Jadi Tersangka
Suryanto mengataksan, tiga peristiwa ini diharapkan menjadi pembelajaran dan masyarakat lebih berhati-hati saat beraktivitas. “Tidak ada yang tahu kapan musibah terjadi. Jadi, saat di rumah atau di luar harus tetap berhati-hati,” katanya, Minggu (31/1/2021).
Selain terus berhati-hati, saat beraktivitas sebaiknya menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan lainnya. Menurut dia, upaya penyambungan yang berlebihan juga tidak baik karena rentan terjadinya korsleting.
“Kasus di Nglipar, warga yang meninggal karena sambungan kabel lampu penerangan jalan swadaya masyarakat yang rusak. Jadi, untuk penyambungan harus dibatasi agar lebih aman,” ungkapnya.
Baca juga: Kulonprogo Tembus 2.000 Kasus Covid-19, Separuhnya Terjadi pada Januari
Upaya lain dapat dilakukan dengan melakukan pengecekan instalasi listrik di rumah secara berkala sehingga potensi kerusakan dapat dideteksi sejak awal. “Instalasi yang digunakan harus berstandar nasional Indonesia [SNI] untuk menjamin keamanan,” ungkapnya.
Suryanto menambahkan pengecekan terhadap instalasi bukan hanya untuk keamanan, tapi juga menghindarkan dari risiko kebakaran. “Banyak kasus kebakaran karena hubungan arus pendek listrik. Jadi, untuk antisipasi bisa dilakukan dengan pengecekan instalasi secara berkala,” kata dia.
Kanit Reskrim Polsek Playen, Iptu Lasiyo mengatakan, pada Sabtu pagi, pasangan suami istri Nur-Sri ditemukan meninggal dunia di rumahnya. Diduga keduanya meninggal karena tersengat aliran listrik saat mengealas kanopi.
“Tidak ada yang tahu persis kejadian tersebut karena anak-anaknya masih kecil-kecil. Peristiwa itu diketahui saat ada suara tangisan dari anak korban, saat warga datang ke lokasi keduanya sudah tergeletak,” katanya.
Lasiyo menuturkan, warga sempat memberikan pertolongan kepada Sri, tapi usaha tersebut tak membuahkan hasil karena nyawanya tak tertolong. “Jasad keduanya sudah diserahkan keluarga dan telah dikebumikan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nelayan Gunungkidul mendapat pelatihan SKN, pembekalan BPJS Ketenagakerjaan, serta pemberdayaan ekonomi bagi istri nelayan.
Arie Sujito menilai reshuffle kabinet Prabowo harus menjawab problem dan harapan publik, bukan justru memunculkan teka-teki baru.
DPRD Kulonprogo menyoroti kendaraan ODOL dan aktivitas pertambangan yang dinilai berdampak pada kerusakan serta usia pakai jalan.
Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman digelar dua hari di Kulonprogo, mempertemukan 25 stan dan stakeholder pertanian DIY.
Pengajuan pengunduran diri Dukuh Krapyak Wetan, Bantul, belum memenuhi syarat. Pemkab menyebut hasil klarifikasi tak menemukan unsur tuduhan.
BPS Gunungkidul masih mengolah data Sensus Ekonomi 2026. Sebanyak 1.033 petugas dikerahkan dengan sekitar 385.000 responden sasaran.